Business Today
Kemaren, pemerintah melalui kementrian ESDM memberikan pengumuman tentang penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per tanggal 1 April 2016. Pengumuman yang memang diharapkan oleh masyarakat dan pelaku usaha agar dapat memberikan kontribusi pada penurunan biaya produksi dalam setiap bisnis serta diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh entrepreneur.

Harga premium dan solar mengalami penurunan sebesar Rp. 500. Tanggapan dari berbagai pihakpun beragam. Mereka berharap penurunan yang lebih besar lagi seiring dengan penurunan harga munya yang terjadi saat ini. tentu hal ini wajar karena sebagai masyarakat, berharap besar pada pemerintah untuk menurunkan harga BBM.


Sebagai seorang entrepreneur, tentu hal ini adalah bagian dari dampak perubahan lingkungan bisnis yang berasal dari politik negara ini. kebijakan pemerintah yang pastinya berdampak kepada bisnis entrepreneur, baik sebagai sebuah peluang maupun sebagai ancaman. Inilah inti bagi setiap entrepreneur untuk berfikir strategik dimana setiap entrepreneur harus mampu menghadapi setiap perubahan lingkungan bisnis dan menoptimasi setiap peluang sembari meminimalisir ancaman dari perubahan lingkungan tersebut.

Kembali ke penurunan harga BBM, jelas terlihat bagi entrepreneur ini adalah sebuah peluang yang sangat relevan dengan bisnis. kenapa demikian? Sangat berdampak kepada proses bisnis yang ada, mulai dari supplier, input, process, output dan customer. Ini adalah aspek penting yang harus diperhatikan oleh entrepreneur dengan melakukan analisis dengan cepat pada proses bisnis tersebut.

Memang ada sesuatu yang anomali dalam konteks penurunan harga BBM dimana ketika harga BBM turun, belum tentu diikuti oleh penurunan biaya oleh supplier, baik barang ataupun jasa. Contohnya, ongkos transportasi di angkutan umum karena belum tentu mereka langsung menurunkan biaya. Kadang seringkali disebut, kalau naik, langsung cepat dinaikkan biaya atau harga barang, tetapi, kalau turun, bisa jadi biaya barang tidak turun. Hal ini sudah berlaku umum.

Akan tetapi, jelas sebagai seorang entrepreneur, harus melakukan analisis terhadap dampak penurunan BBM ini pada proses bisnisnya sehingga akan diketahui bagaimana proses bisnis yang sejatinya adalah bagian dari aktivitas bisnis  yang menyedot biaya paling besar. Entrepreneur perlu memetakan proses bisnis tersebut dengan baik dan melakukan analisis mana yang perlu diturunkan dan dilakukan efisien.

Selain itu, entrepeneur perlu melakukan analisis kembali terhadap harga produk yang dihasilkan sehingga parallel dengan kenaikan daya beli dari konsumen dimana BBM turun meskipun tidak terlalu besar. Inilah konsep bagaimana setiap entrepreneur harus menjadi ahli strategi. Bagaimana dengan anda? Hmmm….
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: