Business Today

Melihat dan membaca beberapa berita dari media yang menggambarkan bagaimana dampak dari pemberlakuan MEA di negera terhadap lapangan pekerjaan dan juga bisnis yang dijalankan oleh wirausaha. Lihat saja di Jawa Barat, berdasarkan data yang disampaikan oleh Biro Pusat Statistik, terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja asing sebesar 73,46% pada bulan Januari 2016. Hal ini memperlihatkan bagaimana peningkatan jumlah tenaga kerja asing seiring dengan peningkatan jumlah pelaksanaan investasi dan jugam MEA.

Sebagai seorang entrepreneur, jelas hal ini adalah sebuah fenomena yang harus dicermati dengan baik. Jawa Barat adalah wilayah dengan mayoritas industri dijalankan disini oleh pengusaha yaitu sebanyak 60% dari total perusahaan besar. Ada satu lagi yang paling penting yaitu bagaimana tenaga kerja asing sudah menyasar industri yang bergerak di sektor hilir dan pastinya akan menjadi pesaing bagi pelaku usaha dalam skala mikro, kecil dan menengah.



Kondisi ini semakin memperkuat konsep sejatinya setiap entrepreneur harus fokus kepada daya saing yang berkelanjutan agar tetap bisa mencapai tujuan bisnis yang sudah ditetapkan oleh manajemen dan entrepreneur itu sendiri. Sustainable competitive advantage konsep dasar yang harus dimiliki dan dicapai oleh setiap entrepeneur dimana entrepreneur itu sendiri berupaya untuk memiliki daya saing yang berkelanjutan dibandingkan dengan pesaing yang juga berasal dalam negeri dan juga dari luar negeri.

Data yang disampaikan tadi menggambarkan bagaimana mulai "menggeliatnya" pesaing dari luar negeri, baik itu sebagai tenaga kerja ataupun yang berbentuk langsung dari pelaku usaha yang menjalankan bisnis. Hal ini akan terus berkembang dan berjalan seiring dengan semakin dikenali program MEA oleh masyarakat. Ini akan menjadi sebuah bola salju. Pertanyaannya, seberapa siap entrepreneur di negara ini menghadapi kondisi persaingan?

Peningkatan daya saing memang diharapkan juga adanya dukungan dan fasilitas dari pemerintah yang memiliki wewenang dalam membuat regulasi. Hal ini berhubungan dengan kebijakan sejauh mana pemerintah berkomitmen untuk mendukung peningkatan daya saing. Akan tetapi, sebagai entrepreneur, rasanya kalau terlalu menggantungkan diri kepada pemerintah, seolah-olah entrepreneur tidak memiliki kemampuan untuk berdaya saing.

Sejatinya, daya saing itu tetap berawal dari entrepreneur itu sendiri dengan menjadi seorang ahli strategi bagi bisnis mereka masing-masing. konteksnya adalah entrepreneur diharapkan untuk memiliki strategic thinking dalam menjalankan bisnis. inilah yang harus dimiliki oleh entrepreneur, hmmmm… bagaimana dengan anda?
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: