Banyak pertanyaan yang diajukan oleh karyawan ketika mereka ingin menjadi seorang entrepreneur yang pastinya sangat berbeda dengan apa  yang mereka selama ini rasakan dengan menjadi karyawan. disatu sisi, mereka ingin sekali menjadi seorang entrepeneur tetapi ada ketakutan tentang bagaimana dengan pendapatan bulanan yang akan "hilang" karena tidak lagi didapat dari perusahaan yang mungkin selama ini bisa menjadi income yang rutin.

Saya merasakan hal ini adalah sesuatu yang wajar karena memang akan terjadi perubahan yang mendasar dalam diri setiap karyawan yang akan memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur. perbedaan dalam hal kehidupan dan juga cara hidup akan sangat terasa karena akan berhubungan dengan apa yang selama ini dilakukan dan sudah menjadi sebuah habit. Jadi, dialam bawah sadarnya, akan terbentuk bagaimana enaknya menjadi seorang karyawan.



Ada satu konsep dasar yang harus dipahami oleh setiap karyawan yaitu penyebab orang tidak berani adalah karena tidak mengetahui, tidak memahami, tidak menyadari sehingga mereka tidak berani bertindak atau action. Sejatinya, menjadi seorang entrepreneur dengan membangun bisnis itu tidak jauh berbeda dengan menjadi seorang karyawan karena pada hakekatnya, seorang karyawan juga adalah seorang entrepreneur, akan tetapi, dia bekerja di perusahaan orang lain dan ini disebut dengan intrapreneurship.

Entrepreneur sejatinya adalah mindset seseorang dalam melihat atau menciptakan peluang dan merubahnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis sehingga memberikan manfaat bagi diri sendiri berupa profit, manfaat bagi banyak orang, manfaat bagi alam dalam jangka panjang dan juga terjadi perkembangan bisnis dari skala mikro, kecil, menengah dan besar. Ini adalah konsep dasar bagi setiap entrepreneur.

Keberanian itu akan muncul ketika karyawan sudah memahami apa itu konsep entrepreneurship dengan baik. Jadi, basisnya adalah peluang yang ada di sekitar entrepreneur dan selanjutnya dihubungkan dengan lima hal yang dalam diri setiap karyawan yaitu, pertama, talent atau bakat yang terdiri dari potensi diri dan passion dari setiap entrepreneur. Gali potensi diri dan tanya, apakah itu menjadi passion setiap karyawan?

Kedua, carilah bisnis yang karyawan tahu atau memiliki knowledge untuk bisnis tersebut. Misal, kerja di restoran, maka pasti ada pengetahuan tentang restoran. Ketiga, carilah bisnis  yang ada skill nya dimana bisa menjalankannya secara efektif dan efisien. keempat, carilah bisnis yang ada attitude nya serta yang terakhir, carilah bisnis bisa membuat keyakinan akan sukses di bisnis ini.

Inilah faktor yang harus diperhatikan oleh setiap karyawan sehingga berani untuk menjadi seorang entrepreneur. masih takut menjadi entrepreneur? Now or never
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: