Business Today
"17.000 penelitian Perguruan Tinggi dinilai tidak bermanfaat", begitulah tulisan dalam sebuah media cetak yang menggambarkan bagaimana belum bermanfaatnya penelitian yang dilakukan oleh kampus bagi masyarakat, khususnya entrepreneur yang notabene adalah pelaku usaha yang setiap saat harus membuat keputusan dan sejatinya harus didukung oleh hasil riset yang relevan dengan bisnis yang dijalankan sehingga tujuan bisnis  yaitu profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.

Padahal, riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi tersebut dibiayai oleh Kementrian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi selama tahun 2014. Tidak sedikit anggaran yang diberikan oleh pemerintah kepada perguruan tinggi. Sayang sekali ditengah tingginya kebutuhan entrepreneur dalam bentuk inovasi dan kreativitas agar bisnisnya mereka tumbuh dan berkembang.


Sebagai seorang entrepreneur, tentu hal ini menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran yang berhubungan dengan ini adalah sejatinya seorang entrepeneur itu harus melakukan riset untuk bisnis mereka masing-masing. hal ini sudah menjadi sebuah kebutuhan karena tingkat persaingan sangat tinggi dan manajemen menjadi kunci sukses entrepreneur dalam menumbuhkembangkan bisnis yang mereka jalankan.

Riset tersebut berhubungan dengan manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen operasi dan manajemen sumber daya manusia selain soft skill yang berhubungan dengan leadership, decision making, communication, team building, motivational dan lain-lain. Riset harus mendukung hal-hal seperti ini apalagi seiring dengan perubahan lingkungan bisnis yang tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan mengalami turbulensi. Inilah bagian dari manajemen strategik.

Akan tetapi, tentu tidak boleh entrepeneur melakukan riset sendiri karena keterbatasan waktu yang pastinya akan terjebak sendiri. Oleh karena itu, lakukan kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam melakukan riset. Mereka itu adalah bagian dari social capital yang dapat memberikan value bagi entrepreneur. ada konsep saling membutuhkan satu sama lain.

Entrepreneur membutuhkan akademisi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang konsep terbaru dalam bisnis dan bahkan memperbaiki bisnis mereka. Dilain pihak, akademisi juga membutuhkan entrepreneur sebagai bagian dari penelitian mereka karena itu berhubungan dengan aplikasi dari hasil penelitian. Yang tidak kalah penting adalah hasil penelitian itu memberikan kontribusi pada penyelesaian masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

Oleh karena itu, rasanya, kalau ini dilakukan, tidak akan terjadi lagi penelitian yang tidak bermanfaat karena sudah menyelesaikan masalah masyarakat. Bagaimana dengan anda? Hmmm.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: