Membahas tentang MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN tidak akan pernah habis-habisnya karena memang itu salah satu lingkungan eksternal wirausaha Jawa Barat yang sudah dijalankan sejak tanggal 31 Desember 2016. Sudah hampir tiga bulan MEA ini diberlakukan dan perlu dilakukan evaluasi atas diri dan bisnis WUB Jabar tentang sejauh mana sudah membuat keputusan stratejik untuk bisnisnya. Jangan sampai terjebak dengan hal yang kembali ke rutinitas dengan "melupakan" apa yang sudah dan sedang dan bahkan apa yang akan terjadi dalam MEA itu sendiri.


Salah satu momentum bagi wirausaha Jawa Barat yang menjadi bagian dari program Wirausaha Baru Jawa Barat sejak tahun 2014 adalah Gelar Seribu Produk Wirausaha baru Jawa Barat yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 April 2016 di Pelataran Parkir Gedung Sate. Disana, wirausaha akan menampilkan produk-produk unggulan masing-masing sehingga dapat dilihat bagaimana kesesuaian dengan pasar ASEAN karena akan hadir direktorat jenderal kerjasama ASEAN Kementrial Luar Negeri Republik Indonesia.
Dalam hal ini, wirausaha dibangunkan kembali tentang bagaimana menjadi raja atau penguasa di pasar dalam negeri. Sudah bukan waktunya lagi entrepreneur memberikan perhatian pada program MEA nya semata, akan tetapi, sudah fokus kepada bagaimana menguasai pasar Indonesia yang memiliki jumlah pasar lebih dari 250 juta jiwa dan tersebar di hampir seluruh Indonesia.
Kuasai pasar dalam negeri dan itu akan menjadi sebuah keunggulan dalam diri dan bisnis para entrepreneur. Oleh karena itu, beberapa hal yang harus dilakukan oleh entrepreneur adalah bagaimana mendalami perilaku konsumen Indonesia. Consumer behavior adalah bagaimana perilaku setiap masyarakat Indonesia karena ini akan menjadi dasar untuk membuat produk, menawarkan produk, mengantarkan produk kepada mereka dan pastinya harus lebih baik dibandingkan dengan pesaing yang bisa berasal dari luar negeri yang nota bene adalah entrepreneur dari Sembilan negara ASEAN lain.
Perilaku konsumen adalah kunci bagi setiap entrepreneur untuk bisa menguasai pasar dalam negeri. Selanjutnya adalah buatlah produk yang unggul bagi konsumen. Keunggulan produk tersebut berbasis pada kualitas dan memiliki harga yang bersaing serta time delivery yang lebih baik dibandingkan pesaing kepada konsumen. Bahkan harus memberikan layanan terbaik kepada konsumen yang akan menjadi sebuah value yang dibutuhkan olelh konsumen.
Yang tidak kalah bagi wirausaha baru Jawa Barat adalah terus meningkatkan daya saing bisnisnya dibandingkan dengan wirausaha dari Sembilan negara lainnya.
Saya jadi teringat dengan pernyataan yang disampikan oleh Julia Gillard, Perdana Menteri Australia 2010 – 2013, "Masa depan kita bergantung kepada daya saing, inovasi, keterampilan dan produktivitas. Dan semua ini bergantung kepada pendidikan kita," Sebagai seorang wirausaha, Momentum program pencetakan wirausaha baru Jawa Barat dan salah satu kegiatan dengan gelar seribu produk wirausaha baru Jawa Barat bisa menjadi bagian dari learning untuk meningkatkan pendidikan yang berhubungan dengan bisnis dan manajemen serta lingkungan bisnis, khususnya tentang MEA karnea relevan dengan tema gelar produk tahun ini, kahiji di ASEAN.
Wirausaha harus memanfaatkan kegiatan tanggal 3 April 2016 untuk mendapatkan berbagai hal yang bisa dijadikan sebagai dasar untuk meningkatkan daya saing, inovasi, keterampilan dan produktivitas dari bisnis masing-masing wirausaha.
Mulai dari sekarang, sudah waktunya entrepreneur kembali mengingatkan diri untuk fokus menjadi raja di pasar dalam negeri alam konteks bagaimana bisnis yang dijalankan untuk bisa besar dengan mendalami perilaku konsumen, membuat produk yang unggul serta nantinya bisa menjaga pasar yang sudah dikuasai untuk mencapai kepuasan dan loyalitas konsumen. Bagaimana dengan anda? hmmmm
Meriza Hendri, founder STRABIZ Management Consulting, GIMB Foundation ,
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: