Meriza Hendri
 
Ada satu yang menarik ketika dilaksanakan rapat persiapan kegiatan Gelar 1000 Produk Wirausaha Baru Jawa Barat pada minggu ini di Kantor Dinas KUMKM Jawa Barat yang dipimpin oleh Bapak Dudi, Kepala Dinas KUMKM Jawa Barat dan diikuti oleh perwakilian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Jawa Barat, Perguruan tinggi yaitu ada Unpad, ITB, Unpar, Univ. Widyatama, HIPMI Jabar, KADIN Jabar, GIMB Foundation, Perusahaan yaitu ada PT Telkom, PT Len Industri serta media yaitu Bandung TV serta Bank BJB.
 
Rapat yang sejatinya membahas tentang persiapan kegiatan Gelar produk seribu wirausaha baru Jawa Barat yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Maret 2016 tersebut memang melibatkan stakeholders dari berbagai bidang dan pastinya diharapkan mampu menampilkan bagaimana perkembangan bisnis yang dijalankan oleh para wirausaha baru Jawa Barat yang sebagian besar adalah bagian dari program pencetakan seratus ribu wirausaha baru Jawa Barat yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan sejak tahun 2014.
 
Kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing stakeholders dalam konteks pengembangan wirausaha ini perlu menjadi perhatian khusus karena ini adalah sebuah aktivitas besar yang dilakukan oleh banyak pihak untuk mencetak wirausaha muda sukses dan diharapkan mampu memberikan value kepada masyarakat Jawa Barat pada khususnya dan anak muda Indoonesia pada umumnya dimana mereka juga sudah mulai tertarik dan berminat untuk menjadi wirausaha.
 
Ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian yaitu pertama, Dinas KUMKM perlu membentuk sebuah forum yang bersifat informal untuk menjadi wadah dalam mengkomunikasikan berbagai hal yang berhubungan dengan bagaimana mencetak wirausaha baru Jawa barat tersebut. Tentu hal ini adalah bagian dari tujuan jangka pendek dalam pembangunan wirausaha di Jawa Barat, akan tetapi bisa menjadi tujuan jangka panjang karena akan berhubungan dengan bagaimana pencetakan wirausaha yang tidak berbatas pada program saja.
 
Terlihat bagaimana akademisi, perusahaan, komunitas, media dan perbankan yang concern dalam pengembangan wirausaha untuk bisa menjadi bagian dari program pembangunan bangsa ini. keberadaan forum komunikasi ini menjadi wadah yang dapat mengkomunikasikan program yang dijalankan oleh masing-masing stakeholders serta kendala yang dihadapi. Belum lagi peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan secara bersama sehingga wirausaha yang dibina akan dapat merasakan benefit dari program yang dijalankan. Dinas KUMKM bisa menjadi leader dalam forum komunikasi ini karena memang ditunjuk sebagai coordinator dalam program pencetakan 100.000 wirausaha baru Jawa barat.
 
Yang kedua adalah bagaimana memanfaatkan teknologi informasi yang selama ini dikembangkan oleh Dinas KUMKM Jawa Barat. Teknologi informasi menjadi alat yang dapat menjembatani seluruh stakeholders dalam  pengembangan wirausaha yaitu akademisi, perusahaan, pemerintah, komunitas, perbankan dan media.
 
Yang ketiga adalah perlunya menggali potensi yang dimiliki oleh stiap stakeholders dalam konteks pengembangan wirausaha. Potensi yang bersifat tangible maupun yang intangible perlu menjadi hal yang strategis karena akan berhubungan dengan bagaimana semuanya diakumulasikan untuk kemajuan pencetakan wirausaha baru yang sukses dalam berbisnis.
 
Lihat saja bagaimana potensi pemerintah dengan peluang pameran serta bagaimana mempermudah hal-hal yang berhubungan dengan kebijakan untuk para wirausaha. Demikian juga peluang dari program CSR dan PKBL perusahaan, kegiatan yang diselenggarakan komunitas bisnis sampai dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh akademisi. Semuanya adalah potensi dan harus disinergikan untuk menjadi sebuah kekuatan besar dalam kerangka mencetak wirausaha baru sukses.
 
Oleh karena itu, sudah waktunya dalam konteks tahun ketiga program Pencetakan Wirausaha Baru Jawa Barat yang digagas oleh Gubernur Ahmad Heryawan untuk fokus meningkatkan dan mengoptimasi potensi dari akademisi, perusahaan, pemerintah, komunitas, perbankan dan media dalam peningkatkan kualitas wirausaha di Jawa Barat. Sinergisitas stakeholders tersebut adalah sebuah kebutuhan. …..
 
 
Meriza Hendri, founder STRABIZ Management Consulting, GIMB Foundation ,
 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: