Business Today
Minggu lalu, terjadi demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh pengemudi taksi, sopir angkutan umum sampai bajaj yang menuntut untuk penutupan layanan public berupa kendaraan yang dilakukan oleh taksi uber dan taksi Grap. Bahkan bahasan tentang demonstrasi ini dilakukan oleh para ahli dan kelompok kepentingan dalam hal ini pengusaha taksi, pemerintah dan masyarakat di salah satu stasiun televisi swasta. Luar biasa.

Secara bisnis, tentu hal ini memang menjadi sebuah ancaman bagi pelaku usaha yang sudah menjalankan bisnis ini secara lama dan turun temurun. Artinya, mereka yang sudah berbisnis di jasa angkutan puluhan tahun, sekarang dengan cepatnya di "kalahkan" oleh pengusaha dari luar negeri  yang memiliki sebuah sistem teknologi informasi yang dapat digunakan untuk melayani konsumen sehingga menjadi sebuah pilihan bisnis yang menjadi unggulan mereka.


Sebagai seorang entrepreneur, apa yang menimpa pengusaha di industri transportasi tersebut sejatinya menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga karena berhubungan dengan bagaimana mereka menghadapi sebuah ancaman yang sangat besar yaitu ancaman dari perusahaan yang memiliki teknologi informasi dalam proses bisnisnya. Lihat saja, bagaimana mereka bisa meningkatkan layanan dalam konteks bisa menaikkan total revenue sembari mengurangi cost dalam konteks total biaya yang nantinya bisa meningkatkan total profit bagi perusahaan atau entrepreneur itu sendiri.
Inilah pelajaran pertama yang harus dipahami oleh entrepreneur. adapun pelajaran kedua adalah bagaimana entrepreneur itu perlu benar-benar memetakan bisnisnya dengan baik untuk tujuan bagaimana bisnis tersebut dikembangkan dengan teknologi informasi. Entrepreneur harus terbiasa dengan teknologi informasi yang dapat membuat proses bisnis menjadi unggul. Semuanya berbasis teknologi informasi saat ini. tidak dapat dipungkiri bahwa proses bisnis yang terbaik adalah memanfaat teknologi informasi.
Disinilah tugas entrepeneur mulai memetakan bisnisnya kembali. Ketiga, mulai mencari teknologi informasi yang tepat, baik tepat dalam konteks sesuai dengan proses bisnis serta sesuai dengan anggaran yang dimiliki. Hal ini penting karena memanfaatkan teknologi informasi itu tidaklah murah. Konteks enterprise resources planning (ERP) adalah kunci dalam memanfaatkan software dalam proses bisnis para entrepreneur. software ini tidak murah, tetapi, yang paling penting mulai memanfaatkan software yang ada dan sederhana yang bisa di adaptasi kepada proses bisnis masing-masing entrepreneur.
Oleh karena itu, sudah waktunya entrepreneur mulai membuka mata dan tidak naïf bahwa sustainable competitive advantage atau keunggulan bersaing yang berkelanjutan adalah sebuah kebutuhan dan untuk itu, teknologi informasi dengan memanfaatkan software adalah sebuah kebutuhan dan bahkan kewajiban. Bagaimana dengan anda? hmmmm
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: