Business Today

Ada yang menarik dari kegiatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk daerah DKI Jakarta yang akan berlangsung pada tahun 2017 mendatang. Pilkada untuk ibuka Jakarta yang pastinya menyedot perhatian banyak orang di seluruh Indonesia. Bahkan panasnya persaingan untuk Pilkada ini sudah dimulai dari sekarang dan setiap calon, baik petahana (incumbent) ataupun calon yang baru akan ikut pemilihan ini sudah mulai melakukan "branding"
Yang menarik dari Pilkada ini adalah bagaimana partai menawarkan kepada kader nya, baik yang belum menjabat ataupun yang sedang menjabat untuk bertarung di pemilihan ini. kenapa menarik? Karena kok bisa-bisanya partai menawarkan Pilkada kepada kader yang sedang menjabat yang notabene adalah pemimpin daerah yang baru saja bersumpah untuk memimpin daerahnya kepada rakyat yang sudah memilihnya. Lihat saja Ibu Rismarini ataupun Kang Emil.

Sebagai seorang entrepreneur, ada pelajaran yang sangat berharga dalam konteks ini karena berhubungan dengan bagaimana entrepreneur itu membuat sebuah keputusan yang hanya berbasis kepada peluang saja. Lihat disekeliling entrepreneur! pasti banyak peluang yang ada disitu dan menawarkan kesempatan yang menurut orang lain, bisa saja adalah kesempatan emas dan sering dibumbui oleh kesempatan yang tidak datang untuk kedua kalinya.
Seringkali entrepreneur terjebak dengan pernyataan ini karena semata-mata mendasarkan diri kepada peluang tersebut. Peluang itu harus diambil dan bahkan di eksekusi secara cepat. Hal inilah yang seringkali diucapkan oleh entrepreneur ketika bertemu dengan sebuah peluang. Akhirnya, memang mereka ambil dalam konteks peluang tersebut di rubah menjadi sebuah bisnis yang dijalankan oleh entrepreneur itu sendiri.
Belajar dari Ibu Rismarini ataupun Kang Emil yang berani melakukan penolakan terhadap peluang untuk menjadi kepala daerah DKI Jakarta. Mereka secara logis menyatakan penolakan atas tawaran, meskipun yang menawarkan adalah pemimpin partai ataupun ajakan dari partai-partai yang ada. Alasan yang mereka sampaikan relative sama yaitu harus menyelesaikan tugas yang sudah diemban di kota masing-masing dan menyelesaikan janji yang sudah disampaikan kepada masyarakat.
Sejatinya seorang entrepreneur juga harus memiliki kerangka berfikir seperti itu. Mindset seorang entrepreneur harus diasah untuk bisa membuat keputusan tidak hanya berdasarkan peluang, akan tetapi juga berdasarkan kepada kekuatan dan kelemahan serta melihat kondisi bisnis yang sedang mereka jalankan. Harus tetap logis dalam membuat keputusan yang tepat bagi diri dan bisnis masing-masing. bagaimana dengan anda? Hmmm…..
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: