Minggu ini, Masyarakat Kabupaten Bandung ditimpa musibah. banjir kembali melanda Kabupaten Bandung yang bahkan ini adalah banjir terbesar sejak beberapa tahun ini. Banjir yang benar-benar melumpuhkan aktivitas kehidupan di beberapa daerah di Kabupaten Bandung. Bahkan ketinggian air yang sudah mencapai ketinggian yang membuat masyarakat tidak bisa menjalankan aktivitas secara normal karena mereka juga sudah mengungsi ke berbagai lokasi seperti sekolah, kantor pemerintahan serta mesjid.


Banjir yang terus berulang dan bahkan sudah menjadi "langganan" bagi masyarakat setiap tahun. Apalagi di tahun ini, tingkat curah hujan yang sangat tinggi membuat ketinggian air yang yang terjadi dan mengakibatkan kondisi seperti saat ini. lumpuhnya aktivitas masyarakat disana tentu membuat banyak kerugian yang tidak bisa dielakkan oleh masyarakat.

Kejadian ini tentu akan berpengaruh kepada setiap diri entrepreneur dan bisnis yang dijalankan. Terlepas dari itu semua, hal yang harus dipahami oleh wirausaha adalah pertama, semakin memperlihatkan bagaimana pengaruh lingkungan bisnis yang bersifat eksternal terhadap bisnis para entrepreneur. tentu pengaruh lingkungan alam berupa hujan yang mengakibatkan banjir ini adalah berupa ancaman bagi aktivitas bisnis. entrepreneur diharapkan benar-benar memahami alam itu adalah faktor eksternal yang sangat relevan dengan bisnisnya.

Kedua, sebagai entrepreneur fokus pada bagaimana memprediksi akan terjadinya bencana alam ini. Prediksi bencana alam ini adalah bagian dari keterampilan yang akan mempengaruhi kualitas rencana strategis perusahaan mereka masing-masing. Hal ini berhubungan dengan bagaimana wirausaha melakukan risk management atau manajemen resiko  yang ditimbulkan oleh alam sehingga dapat diminimalisir resiko berupa kerugian yang ditimbulkan oleh bencana alam ini.

Ketiga, entrepreneur perlu melakukan tindakan antisipatif dari bencana alam. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat hal-hal yang bisa mengurangi kerugian. Tindakan antisipatif ini akan memberikan value kepada bisnis entrepreneur. caranya? Dengan melakukan asuransi, pindah dari lokasi yang kena bencana kalau memungkinkan.

Keempat, waktunya melakukan kegiatan produksi dan bisnis yang sesuai dengan kondisi alam. Diharapkan tidak berbentrokan dengan terjadinya bencana alam tersebut. Bahkan proses bisnis yang dimulai dari supplier, input, process dan output serta consumer dilakukan ketika bencana alam tidak terjadi.

Kelima, waktunya entrepreneur melakukan kegiatan berbagi dengan masyarakat yang terkena bencana. Inilah inti dari aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Berbagi dengan masyarakat yang terkena bencana adalah bagian dari tindakan nyata kepada masyarakat dan insya Allah akan berkah.

Waktunya berbagi dengan seluruh potensi diri dan potensi bisnis yang ada. Sebagai bentuk nyata, mari menyumbangkan dana ataupun barang kepada korban bencana. Banyak pihak yang mengelola kegiatan ini. mungkin wirausaha memiliki keterbatasan dalam waktu untuk terjun langsung kepada masyarakat yang terkena musibah. Keberadaan teman-teman yang bisa membantu terjun langsung membantu mereka adalah wadah untuk bisa berbagi.

Mungkin bagi sebagian orang, bantuan tersebut tidak seberapa, akan tetapi, bagi masyararakat yang terkena musibah, akan sangat berarti. Itulah yang harus dilihat dari kaca mata seorang wirausaha. Jadikan momentum bencana ini untuk membagikan sebagian harta demi orang banyak. Suka tidak suka, wirausaha harus menyadari bahwa dengan berbagi kepada masyarakat akan menjadi bagian dari tujuan bisnis yaitu bagaimaan bisa memberikan manfaat bagi banyak orang, tentunya bukan hanya bagi yang tertimpa musibah saja.

Terakhir, marilah kita sebagai seorang entrepreneur juga berdoa kepada Allah SWT semoga bencana tidak terjadi lagi dan bagi masyarakat yang terkena musibah, diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah ini.   
Meriza Hendri, founder STRABIZ Management Consulting, GIMB Foundation ,
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: