Business Today

Sangat mengejutkan ketika seorang ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) minggu lalu. Hal ini mengungkap satu kasus yang sangat besar terjadi di DKI Jakarta menyangkut reklamasi di kepulauan seribu. Luar biasa, penangkapan ini melibatkan banyak pihak, termasuk legislative dan juga eksekutif.
Hal ini juga menggambarkan bagaimana kasus korupsi yang terjadi di negara ini dan tentu ini menjadi hal yang membuat bangsa ini akan sulit untuk maju ketika elit-elit bangsa ini dan pengusaha melakukan "kerjasama" untuk kepentingan diri dan kelompok. Yang lebih penting adalah dari kaca mata entrepreneur, tentu hal ini membuat bisnis menjadi hancur. Tidak ada etika bisnis yang dijalankan sehingga membuat bisnis entrepreneur menjadi kacau.
Sebagai seorang entrepreneur, tentu kejadian ini memberikan sebuah pelajaran yang luar biasa ketika entrepreneur kembali kepada konsep dasar yang mereka pegang yaitu bagaimana membuat bisnis itu bisa profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.
Memang salah salah satu konsumen entrepreneur adalah pemerintah dimana mereka selain berperan sebagai seorang regulator, akan tetapi, juga berperan sebagai pihak yang memiliki proyek bagi bangsa ini. Memang dalam hal ini pemerintah tidak bisa menjalankan sebuah program atau proyek dan harus melibatkan pihak luar yang notabene adalah seorang pengusaha.
Pelajaran pertama adalah bagaimana setiap entrepeneur memiliki pemahaman akan pentingnya bisnis untuk jangka panjang. Hal ini adalah konsep dasar setiap bisnis.  
Kedua, entrepreneur harus fokus memahami aturan yang ada. Aturan yang berlaku di setiap bisnis tidak akan lepas dari aturan pemerintah dan sejatinya setiap entrepreneur harus terus belajar tentang bagaimana aturan yang berlaku di negara ini. mulai dari peraturan perundang-undangan sampai dengan peraturan daerah.
Ketiga entrepreneur harus memiliki kredibilitas dan integritas. Hal ini penting bagi setiap entrepeneur yaitu bagaimana mereka menjaga kredibilitas dan integritas diri dalam berbisnis. Keempat, konsisten dengan menjalankan etika bisnis. sejatinya entrepreneur fokus dalam menjalankan bisnis sesuai dengan etika bisnis yang berlaku secara umum. Jangan pernah melanggar etika bisnis.  
Kelima, lebih baik mundur daripada melakukan kesalahan dalam proyek pemerintah. Dalam hal ini, setiap entrepreneur memiliki sebuah konsep diri dan bisnis ketika melanggar aturan, lebih baik mundur. Itu adalah prinsip seorang entrepreneur.
Oleh karena itu, sudah waktunya entrepreneur mulai menyadari bahwa berhubungan dengan pemerintah harus tetap sesuai dengan koridor hukum dan etika bisnis serta nilai-nilai diri yang digambarkan oleh kredibilitas dan integritas diri. Bagaimana dengan anda? Hmmm…
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: