Inilah pelajaran yang sangat berharga ketika seorang entrepeneur menjalankan peran mereka sebagai seorang leader dalam bisnis. ingat, setiap entrepeneur itu adalah pemimpin bagi dirinya sendiri dan juga orang-orang yang ada dalam tim bisnisnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa entrepreneur yang sukses tidak akan bisa dipisahkan dari orang-orang yang berada dalam lingkungan mereka sendiri. Inilah tim atau karyawan yang akan menjalankan sebagian besar tugas-tugas yang melekat pada diri mereka untuk mencapai tujuan bisnis yaitu profit, people, planet, sustainability serta bisnis yang tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.
 
Lihat saja bagaimana entrepeneur yang bisa membangun bisnis dalam jangka panjang akan memiliki banyak karyawan untuk mencapai tujuannya. Bahkan mereka memiliki lebih dari seribu karyawan yang membantunya untuk mencapai tujuan. Kondisi ini harus benar-benar dipahami oleh setiap entrepreneur dan tidak bisa dipungkiri bahwa ketika gagal membentuk tim yang kuat, seringkali bisnis entrepreneur itu tidak akan bertahan lama.
 
Salah satu aspek yang paling penting dalam membangun tim yang efektif dan efisien adalah bagaimana entrepreneur itu menjadi seorang leader yang efektif dan efisien. leader itu benar-benar berhubungan dengan bagaimana entrepreneur mampu mempengaruhi orang lain yang notabene adalah karyawan mereka untuk mencapai tujuan perusahaan.
 
Salah satu hal penting bagi entrepreneur dalam meningkatkan leadership skill adalah bagaimana menjadi seorang pembelajar atau a learner dalam konteks diri, karyawan dan bisnisnya. Oleh karena itu, perlu entrepreneur memiliki kemampuan dalam ilmu psikologi yaitu bagaimana entrepreneur memahami diri mereka sendiri dan juga setiap orang dalam perusahaan. hal ini penting karena perusahaan tersebut merupakan sebuah organisasi yang terdiri dari sekumpulan orang untuk mencapai tujuan perusahaan. kenali diri sendiri itu adalah hal penting bagi entrepreneur.
 
Kedua adalah menjadi pembelajar dalam ilmu sosiologi yaitu bagaimana hubungan antar individu dalam perusahaan. hal ini menjadi relevan karena perusahaan merupakan orang per orang yang bekerjasama dalam pencapaian tujuan bisnis. ada hubungan manusia yaitu honey moon dalam konteks damai, storming dalam konteks konflik, norming dalam konteks menyetujui nilai-nilai baru sampai dengan performing dalam konteks kinerja.
 
Ketiga adalah bagaimana entrepreneur menjadi pembelajar dalam ilmu antropologi  yaitu ilmu yang berhubungan dengan nilai, kepercayaan, kebiasaan, bahasan dan komunikasi. Hal ini menggambarkan bagaimana entrepreneur itu memiliki budaya dalam kelompok orang dalam perusahaan. adapuan yang berhubungan dengan bisnis, entrepreneur harus terus belajar tentang entrepreneurship, bisnis dan lingkungan bisnis serta manajemen yang relevan dengan manajemen strategik, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen operasi dan manajemen sumber daya manusia serta teknologi informasi.
 
STRABIZ Management Consulting
 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: