Kegiatan Gelar produk yang berasal dari seribu wirausaha baru Jawa Barat yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (KUMKM) Provinsi Jawa Barat pada tanggal 3 April 2016 di Pelataran Parkir Gedung Sate sudah selesai dilaksanakan. Kegiatan sehari yang dikunjungi lebih dari delapan ribu pengunjung sudah menampilkan produk-produk unggulan yang dihasilkan oleh wirausaha baru jawa Barat yang berasal dari binaan 13 Organisasi Perangkat Daerah, mulai dari dinas KUMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas ESDM, dan lain-lain.

Wirausaha baru Jawa Barat juga berasal dari kampus, binaan Bank BJB, binaan perusahaan yang menjalankan program Kemitraan dan Bina Lingkungan serta binaan KADIN Jabar, HIPMI Jabar, serta GIMB Foundation. Semuanya ada seribu wirausaha baru Jawa Barat.
Rangkaian acaranya juga sangat menarik, mulai dari launching koperasi Wirausaha baru Jawa Barat, buku seratus ribu wirausaha baru jawa Barat inspiratif sampai dengan launching koperasi HDCI dan komunitas pemasaran dengan nama MARKET-Ind yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menpar serta Kementrian Koperasi, dan Kemenlu yang dalam hal ini Ditjen Kerjasama ASEAN.
Sekarang, ada satu tanggung jawab yang lebih besar dipundak wirausaha baru Jawa Barat seiring dengan sudah berlangsungnya kegiatan Gelar produk 1000 WUB Jabar 2016 ini. apalagi tema yang diangkat WUB Jabar Kahiji di ASEAN yang memiliki makna wirausaha baru Jawa Barat harus menjadi nomor satu di ASEAN.
Hal yang perlu dilakukan oleh wirausaha baru Jawa Barat adalah benar-benar menempatkan dibenak mereka bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah target yang harus di"kalahkan". Tidak lagi berfikir bagaimana menjalankan bisnis seperti apa adanya. Dalam konteks ini, WIrausaha Baru Jawa Barat harus memiliki mindset bahwa pasar Indonesia yang berjumlah lebih dari 250 juta jiwa pada umumnya dan Jawa Barat dengan jumlah 46 juta jiwa harus "diamankan" terlebih dahulu. Pasar dalam negeri harus benar-benar dipahami dan dikuasai.
Pada waktu bersamaan, pasar yang ada di Sembilan negara ASEAN benar-benar harus dipahami dan dikuasai juga. Caranya? Dengan memahami semakin dalam tentang perilaku pasar yang totalnya berjumlah lebih dari 600 juta jiwa penduduk negara-negara ASEAN. Perilaku pasar negara-negara ASEAN harus menjadi kunci sukses untuk menjadi leader di MEA.
Selanjutnya, wirausaha baru Jawa Barat benar-benar harus memanfaatkan social capital yang dihasilkan dari kegiatan gelar produk kemaren. Apa saja itu? Pertama, dari pemprov jabar. Komitmen pemerintah Jawa barat untuk membawa Wirausaha baru Jawa Barat menuju nomor satu di ASEAN adalah peluang yang harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Program-program yang dimiliki oleh 13 Organisasi Perangkat Daerah bisa memberikan kesempatan bagi para wirausaha untuk menuju ASEAN melalui pameran, pelatihan serta jejaring yang dimiliki oleh masing-masing OPD.
Kedua dari Ditjen Kerjasama ASEAN, Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia. Ditjen ini berkomitmen untuk terus mendukung wirausaha di Indonesia pada umumnya dan Jawa Barat pada khususnya untuk memasukin ASEAN dengan berbagai informasi dan peluang yang ada. Wirausaha baru Jawa Barat harus memanfaatkan peluang ini.
Ketiga, dari Market-Ind. Adanya komunitas Market-Ind bisa juga menjadi jembatan bagi wirausaha baru Jawa Barat untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan serta pengalaman dalam pemasaran agar bisa memasuki pasar ASEAN.
Inilah beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian wirausaha baru Jawa Barat setelah mengikuti gelar produk seribu wirausaha baru Jawa tahun 2016 dengan tema WUB Jabar Kahiji di ASEAN.
Meriza Hendri, founder STRABIZ Management Consulting, GIMB Foundation ,
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: