Saya menjadi entrepreneur sejak tahun 20013 dimana saya sudah bekerja selama tiga tahun di perusahaan Asuransi Bintang, salah satu perusahaan asuransi yang bergerak di asuransi umum dengan produk asuransi kebakaran dan asuransi kendaraan yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat. Keberanian saya menjadi seorang entrepeneur waktu itu adalah karena saya melakukan analisis terhadap pengetahuan yang saya miliki dari perusahaan tersebut untuk menjadi sebuah bisnis.
 
Benar sekali, bisnis yang saya pilih adalah bisnis jasa yang berhubungan dengan memberikan sebuah "jaminan" kepada konsumen yang dalam hal ini bagian dari sebuah produk yang benar-benar dicari oleh setiap konsumen. Masih ingat saya dulu bagaimana saya  harus melayani konsumen sampai dengan malam-malam hanya untuk membantu konsumen untuk mengasuransikan kendaraan mereka.
 
Pengetahuan tentang bagaimana memahami sebuah produk, memahami perilaku konsumen sampai dengan bagaimana pesaing menjadi bekal yang luar biasa untuk saya dalam memilih bisnis ketika menetapkan diri sebagai seorang entrepeneur. Inilah konsep pensiunpreneur yang sangat relevan dengan karyawan  yang akan memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur yang pastinya sudah sangat tidak asing lagi bagi karyawan saat ini.
 
Pengetahuan yang didapatkan dari tempat bekerja adalah potensi yang bisa diubah menjadi sebuah bisnis yang pastinya dijalankan oleh entrepreneur. pengetahuannya banyak sekali dan kalau dipecah, akan bisa dilihat dari pengetahuan tentang manajemen strategik yang berhubungan dengan lingkungan bisnis dan bagaimana entrepreneur harus membuat keputusan bisnis berdasarkan perubahan lingkungan bisnis.
 
Pengetahuan lainnya adalah berhubungan dengan keuangan dimana entrepreneur pasti sudah terbiasa dengan anggaran perusahaan, akuntansi, kontrol biaya sampai dengan pajak. Hal ini penting bagi entrepreneur dalam berbisnis karena bisnis itu adalah ujung-ujungnya duit.
 
Pengetahuan tentang pemasaran akan sangat relevan dengan bagaimana memahami perilaku konsumen, kebutuhan, keinginan dan permintaan mereka terhadap produk setiap entrepreneur. harus dilihat ini sebagai sebuah sumber untuk memilih bisnis. demikian juga dengan pengetahuan tentang proses bisnis yang ada dalam perusahaan tempat mereka bekerja dulu. Ada konsep supplier, input, process, output sampai dengan consumer sehingga dapat dilihat bagaimana karyawan nantinya menjalankan bisnis.
 
Pengetahuan yang tidak kalah pentingnya berhubungan sumber daya manusia atau karyawan mulai dari rekrutmen, pelatihan, kompensasi sampai dengan karir. Semuanya adalah modal bagi entrepreneur dalam menentukan pilihan bisnis berdasarkan pengetahuan yang mereka dapatkan di tempat kerja.
Ingat…….., masih ragu jadi entrepreneur? NOW OR NEVER…..
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: