Business Today
Membangun bisnis yang bisa memberikan profit, people, planet, sustainable serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar adalah tanggungjawab setiap entrepreneur untuk bisa menunjukkan bahwa mereka adalah benar-benar menjadi seorang entrepreneur. inilah tuntutan bagi setiap entrepreneur muda di Jawa Barat sehingga apa yang diharapkan oleh stakeholders bisa benar-benar terealisasi.
Lalu, apa yang harus dilakukan oleh setiap entrepreneur? inilah pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh para entrepreneur. tentu jawaban yang harus diberikan adalah bagaimana seorang entrepreneur memiliki pengetahuan, keterampilan serta sikap yang benar dalam berbisnis. Hal ini relevan dengan kompetensi seorang entrepreneur yang memang harus memiliki knowledge, skill dan attitude (KSA) dalam menjalankan bisnis.

Adapun pengetahuan dan keterampilan yang paling penting adalah yang berhubungan dengan entrepeneurship, bisnis dan lingkungan bisnis serta manajemen yang terdiri dari manajemen strategik, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen operasi dan manajemen sumber daya manusia serta teknologi informasi. Semuanya berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan bisnis di atas.
Selain itu, ada satu fondasi yang harus dipenuhi oleh setiap entrepeneur yaitu bagaimana entrepreneur harus benar-benar memiliki etika dalam menjalankan bisnis. inilah yang seringkali terlupakan oleh para entrepreneur dalam berbisnis, apalagi untuk membuat bisnis mereka yang bisa tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar. Lihat saja apa yang terjadi saat ini ketika entrepreneur seringkali membuat kebohongan kepada konsumen mereka.
Produk yang tidak bagus, dibilang bagus. Lalu, ada beras yang dicampur dengan beras yang tidak baik untuk mencapai tujuan agar laba semakin besar. Ataupun seorang entrepeneur yang berbisnis dengan pemerintah dengan melakukan korupsi dengan tujuan agar bisa mendapatkan kepastian proyek dan juga mendapatkan laba yang tidak sedikit. Jelas hal ini akan menjadi tujuan jangka pendek setiap entrepeneur berupa profit.
Akan tetapi, apa yang terjadi setelah itu? Lihat saja bagaimana hampir setiap hari disuguhi oleh pengusaha yang berhubungan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Para pengusaha atau entrepreneur bolak balik ke gedung KPK karena tersangkut dengan korupsi. Apa yang terjadi dalam proses reklamasi Teluk Jakarta ataupun jual beli tanah milik Rumah sakit sumber waras? Lihat saja episodenya di televisi dan bagaimana KPK melakukan tugas memberantas korupsi.
Inilah yang harus menjadi perhatian setiap entrepeneur saat ini. ketika pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dikembangkan untuk membangun bisnis. Etika bisnis itu berhubungan dengan bagaimana norma-norma yang berlaku di bisnis, baik norma yang tertulis yaitu mulai undang-undang dasar 1945, Undang-Undang, Peraturan Pemerintah sampai dengan peraturan Daerah (Perda). Semuanya harus dipahami oleh setiap entrepreneur saat ini dan yang akan datang. Jangan sampai buta dengan peraturan tertulis.
Adapun aturan yang tidak tertulis yaitu nilai-nilai agama, nilai adat istiadat, nilai sosial dan budaya. Semuanya harus dipahami dan dijalankan dengan baik oleh setiap entrepreneur. disinilah seringkali terjadi perdebatan sejauh mana seorang entrepreneur harus mempelajari ilmu psikologi, sosiologi dan antropologi selain ilmu hukum dan ilmu politik. Ilmu ini sangat relevan dengan aspek-aspek yang berhubungan dengan etika bisnis dan sudah waktunya entrepreneur mulai mendalami ilmu tersebut dan memanfaatkannya dalam menjalankan bisnis.
Oleh karena itu, bagi entrepreneur yang ingin membangun bisnis jangka panjang serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar, etika bisnis adalah sebuah kebutuhan dan harus dijalankan setiap saat. Ketika etika bisnis dijalankan, maka stakeholders tidak akan mengganggu bisnis entrepreneur, tetapi, mereka akan mendukung pencapaian tujuan bisnis setiap entrepreneur. Bagaiamana dengan anda? Hmmmm…
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: