Rabu, 20 April 2016, saya berkesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman bisnis kepada para wirausaha baru Jawa Barat yang dibina oleh salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Jawa Barat. Diskusi selama hampir dua jam yang dipandu oleh Kepala Balai OPD tersebut sangat menyenangkan dan membuat para peserta sangat antusias mendengarkan sharing dan cerita saya mulai dari merantau ke Kota Bandung sampai dengan sekarang.

Dari diskusi tersebut, ada satu hal yang sangat penting untuk digaris bawahi yaitu bagaimana entrepreneur benar-benar masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan pemahaman tentang modal sosial yang sangat relevan dengan perkembangan bisnis wirausaha di Jawa Barat. Hal ini dilatarbelakangi oleh kondisi banyak wirausaha yang mengalami keterbatasan sumber daya untuk mengembangkan bisnsi tersebut. Sumber daya atau resources yang sejatinya adalah hal yang sangat penting bagi wirausaha untuk mencapai tujuan bisnis yaitu profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.
Sangat terasa bagaimana wirausaha merasakan bahwa mereka memiliki keterbatasan dalam modal untuk menjalankan dan mengembangkan usaha, keterbatasan bahan baku, keterbatasan orang dengan kompetensi untuk berbisnis sampai dengan keterbatasan dalam metode yang relevan dengan Standard Operation Procedures (SOP) serta perlengkanan dan pasar. jelas sumber daya ini dikeluhkan oleh wirausaha untuk menjalankan bisnis.
Bertolak belakang dengan apa  yang saya lihat dan saya rasakan karena sangat relevan dengan apa yang selama ini saya lakukan. Saya sangat concern memanfaatkan modal sosial atau social capital yang ada di sekitar saya untuk memulai sampai menumbuhkembangkan bisnis. modal sosial yang sejatinya ada di sekitar entrepreneur untuk menjalankan usaha.
Modal sosial merupakan sumber daya yang didapatkan dari lingkungan bisnis para entrepreneur yaitu mulai dari akademisi dengan berbagai konsep dan teori yang relevan dengan bisnis serta tool untuk mengembangkan bisnis kedepan. Sumber daya dari perusahaan atau pelaku bisnis dengan peluang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) serta Corporate Social Responsibility (CSR) ataupun kerjasama dengan perusahaan untuk dijadikan sebagai supplier dan konsumen.
Modal sosial dari komunitas juga harus dimanfaatkan secara optimal karena akan memberikan value kepada entrepreneur yaitu bagaimana mereka bisa berbagi informasi dan bahkan pasar serta pengetahuan bisnis. pemerintah juga bisa menjadi modal sosial berupa program pelatihan dan juga pameran serta kebijakan yang berhubungan dengan perusahaan yang dijalankan oleh para entrepreneur. penting untuk memanfaatkan program pemerintah dan salah satunya program Pencetakan Seratur Ribu WIrausaha Baru Jawa Barat (WUB).
Modal sosial bisa juga dari media yang sangat dibutuhkan oleh entrepreneur untuk mengkomunikasikan produk mereka kepada pasar. Semuanya ini adalah bagian dari modal sosial yang sejatinya harus dimanfaatkan oleh wirausaha Jawa Barat. Satu kunci yang saya rasakan adalah wirausaha belum melakukan pendekatan kepada akademisi, perusahaan, komunitas, pemerintah dan media. Jangankan pendekatan, bahkan mereka kurang memiliki pengetahuan yang cukup terhadap mereka. Tentu merugikan wirausaha. Sementara mereka memiliki sumber daya yang luar biasa yang bisa dimanfaatkan untuk mengoptimasi proses bisnis yang dijalankan oleh wirausaha.
Oleh karena itu, sudah menjadi tanggungjawab wirausaha untuk lebih mengenal dan bahkan bersahabat dengan akademisi, perusahaan, komunitas, pemerintah dan media. Selain itu, bagi akademisi, perusahaan, komunitas, pemerintah dan media diharapkan juga bisa membangun hubungan baik dengan wirausaha karena dalam hubungan ini memiliki karakteristik yang interdependensi. Sukses untuk wirausaha Jawa Barat, Ingat selalu, wirausaha Jawa Barat Kahiji di ASEAN.
Meriza Hendri, founder STRABIZ Management Consulting, GIMB Foundation ,
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: