Setiap entrepreneur dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan baik dengan para stakeholders mereka. Tuntutan ini sejalan dengan apa yang dilakukan oleh para entrepreneur untuk mencapai kesuksesan bisnis di tengah tingginya persaingan bisnis. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki adalah communication skill dengan mencapai kesuksesan melalui supplier, distributor, dan bahkan konsumen.

Oleh karena itu, setiap entrepreneur harus mampu membuat sebuah pemahaman yang mendalam tentang bagaimana mereka bisa melihat seorang manusia itu dengan baik dan secara utuh. Bagaimana manusia itu dilihat secara komprehensif dari persepsi, motivasi, learning, personality dan juga attitude yang dimiliki masing-masing manusia dalam kehidupan ini. harus dilihat secara komprehensif.


Entrepreneur itu harus mampu melihat sebuah proses berfikir dalam berkomunikasi yaitu kognitif, afektif dan juga psikomotorik. Aspek kognitif berhubungan dengan bagaimana seseorang dalam berkomunikasi dalam memahami apa yang dikomunikasikan. Kognitif harus diperkuat terlebih dahulu oleh para entrepreneur. jangan terjebak dengan   kesalah pahaman atau salah persepsi terhadap apa yang disampaikan.

Setelah itu, sisi afektif yang berhubungan dengan bagaimana entrepreneur melihat sejauh mana komunikan tertarik kepada apa yang dikomunikasikan. Hal ini penting karena bila mereka tidak tertarik untuk itu, kecenderungan mereka tidak menjalankan apa yang dipesankan semakin tinggi dalam diri para komunikan. Suatu fakta ketika mereka tidak mau melakukan sesuatu ketika belum sampai pada afektif.

Yang terakhir adalah bagaimana entrepreneur melihat sejauh mana komunikan tergerak untuk menjalankan apa  yang sudah dipesankan oleh para entrepreneur. dalam konteks komunikasi, tentu komunikan harus menjalankan apa yang diharapkan oleh para entrepreneur. tidak bisa dipungkiri bahwa ini menjadi penting untuk mencapai kesuksesan dalam komunikasi itu sendiri.

Ketiga hal ini harus dilihat oleh para entrpenreuer sebagai tiga aspek y ang saling berhubungan dan harus dicapai dalam komunikasi agar semua orang yang terlibat didalamnya mau menjalankan apa yang diharapkan entrepreneur. jadi, tidak bisa sebuah komunikasi akan efekfit apabila tidak melewati fase awal yaitu kognitif, lalu afektif dan psikomotorik.

Proses ini harus dipahami dengan baik dan diharapkan mampu memberikan kontribusi kepada pencapaian komunikasi yang efekfit sehingga apa yang diharapkan dalam berkomunikasi akan bisa dijalankan oleh para komunikan. Tidak ada pengecualian dalam diri para entrepreneur untuk memahami konsep kognitif, afektif, psikomotorik yang akan terjadi dalam diri setiap komunikan seperti karyawan, supplier, distributor dan bahkan konsumen.
STRABIZ Management Consulting
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: