Hal yang sering membuat entrepreneur gagal dalam menjalankan peran sebagi seorang follower adalah ketika mereka gagal dalam mengelola emosi mereka dalam membuat keputusan. Fakta ini kami temukan dalam beberapa kasus yang menggambarkan bagaimaan konflik yang seringkali terjadi antara seorang atasan dengan bawahan dimana keduanya fokus pada emosi yang meledak-ledak dan lupa dengan akar masalah yang membuat masalah itu terjadi.
Lihat saja bagaimana konflik yang terjadi antara seorang atasan dengan bawahan yang membuat bisnis menjadi pecah dan berantakan ketika banyak orang yang gagal dalam membangun bisnis tersebut. Tentu hal in tidak diharapkan oleh para entrepeneur karena sejatinya bisnis itu dapat berjalan secara berkelanjutan serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar untuk dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain.

Akar masalahnya adalah sering nya orang gagal dalam memaknai konsep followership dalam membangun hubungan antara atasan dengan bawahan. Konsep followership tidak dipahami secara baik sehingga berdampak kepada bagaimana seorang entrepreneur membuat keputusan yang sejatinya harus bisa meminimalisir berbagai hal-hal yang menyebabkan mereka membuat keputusan berdasarkan kepada emosi semata.
Dalam konteks ini, setiap entrepreneur harus benar-benar memahami konsep dan menjalankan konsep followership dalam kesehariannya. Sudah waktunya entrepreneur bisa berfikir logis dalam membuat setiap keputusan yang berhubungan dengan bisnis dan juga bentuk hubungan dengan para atasan yang sejatinya adalah bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan setiap entrepeneur. Mereka benar-benar berfikir logis dengan meminimalisir emosi dalam membuat setiap keputusan bisnis yang selalu berfikir untuk mencapai TP = TR – TC yaitu total profit yang dihasilkan dari total revenue yang dikurangi total cost.
Emosi yang yang menguasai diri setiap follower hanya akan membuat diri mereka hancur karena tidak bisa berfikir dengan baik. Tentu hal ini akan membuat kerugian besar bagi setiap entrepreneur. intinya, bagaimana meminimalisir emosi dalam setiap keputusan bisnis yang mereka buat dalam konteks bisnis sehingga tujuan bisnis tetap bisa dicapai.
Oleh karena itu, ingat sekali lagi, setiap entrepreneur dalam menjalankan konteks mereka sebagai seorang follower harus benar-benar mengurangi emosi dan fokus pada bagaimana mereka selalu berfikir logis untuk mencapai tujuan perusahaan. tetap berfikir logis dan minimalisir emosi dalam setiap keputusan yang dibuat.
STRABIZ Management Consulting
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: