Ada yang menarik ketika melakukan komunikasi dengan beberapa pengusaha di Dinas Energi dan Sumber Daya  Alam ketika diminta untuk sharing dengan pengusaha Batako dan Bata Merah beberapa waktu yang lalu. Hal ini berhubungan dengan bagaimana berkomunikasi dengan para senior dalam artian senior dalam konteks usia. Hal ini berlaku pada konteks mereka sebagai seorang pembicara dan/atau sebagai seorang peserta seleksi pelatihan Wiruasaha Baru jawa Barat.
Konteks usia rasanya jadi basis yang kuat untuk menyebutkan bahwa mereka itu sebagai seorang senior. Pembicara yang hadir memang jauh diatas usianya dan bahkan sudah melewati 25 tahun. Bisa dibayangkan bagaimana mereka akan menghadapi anak muda yang masih bau kencur dan memiliki keterbatasan dalam dimensi usia. Tentu aspek psikologis ini tidak dapat dilepaskan dari setiap orang yang sudah memiliki usia yang lebih.

Hal ini perlu menjadi perhatian seorang komunikator, apalagi menjadi seorang entrepeneur yang berbisnis dalam industri konsultan. Mereka akan menghadapi berbagai macam tipe manusia yang nantinya mempengaruhi pola dan gaya komunikasi masing-masing. sebut saja bagaimana mereka berkomunikasi secara individu dan pastinya akan menentukan bagaimana mereka berhasil atau tidak dalam berkomunikasi.
Intinya disini adalah bagaimana seorang entrepreneur harus bisa berkomunikasi secara efektif dengan memperhatikan aspek psikologis dari lawan bicaranya. Aspek psikologis bahwa mereka sudah senior dan membutuhkan penghormatan dari para yunior. Hal ini penting agar bisa masuk ke dalam konteks komunikasi yang efektif.
Bentuk selanjutnya bagaimana membahas hal-hal yang berhubungan dengan pengalaman diri mereka dalam bekerja dan relevan dengan apa yang sedang dikerjakan saat ini. Kemaren, dicoba dibahas pengalaman beliau dalam memberikan konsultasi kepada para UMKM yang membutuhkan coaching dan mentoring. Tentu pengalaman ini akan mengembalikan mereka kepada konteks tacid knowledge yang sudah ada di benak mereka masing-masing. akan menimbulkan memori lama yang dapat membuat mereka bernostalgia dalam pekerjaan tersebut.
Yang tidak kalah penting adalah sikap dalam berkomunikasi dimana lebih banyak mendengar daripada membalas ucapan mereka. Hal ini penting karena secara psikologis, mereka butuh didengar. Ini menjadi kunci dalam berkomunikasi dengan para senior. Bagi para entrepreneur, memahami senior ini akan membuat komunikasi akan lancar dan setiap tujuan komunikasi akan dapat tercapai secara efektif dan efisien sehingga pesan dapat ditangkap dan dijalankan oleh para lawan bicara.
STRABIZ Management Consulting
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: