BUSINESS TODAY
Berita tentang keluarnya Inggris dari Uni Eropa masih menjadi bahasan yang utama di kalangan media dan bahkan juga di kalangan pengusaha. Hal ini dikenal dengan British Exit atau disingkat menjadi Brexit. Inggris keluar dari Uni Eropa yang memang sudah menjadi kelompok ekonomi yang sudah terbesar di dunia. Banyak pihak yang menyesalkan keluarnya Inggris karena akan berdampak kepada ekonomi dunia dan bahkan ada yang memprediksi akan terjadi krisis ekonomi seperti tahun 1998 dan 2008.

Khusus untuk Indonesia, duta besar Inggris sengaja menjelaskan bagaimana sikap Inggris dalam hubungan ekonomi dengan Indonesia yang tidak akan berubah karena memang sudah banyak rencana kerjasama yang akan dilakukan oleh Indonesia dengan Inggris. Apalagi setelah adanya kunjungan dari Presiden Jokowi ke Inggris beberapa bulan yang lalu.


Sebagai seorang Entrepreneur, tentu ada pelajaran  yang sangat berharga dengan kejadian Brexit ini. kalau di persamakan, bisa jadi ini seperti Indonesia bergabung dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang pastinya sudah banyak di bahas oleh para entrepreneur. Bahkan dengan pemberlakukan MEA sejak tanggal 31 Desember 2015 yang lalu, entrepreneur sudah menyadari tentang kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman bagi entrepreneur.

Sejatinya dengan adanya kerjasama ekonomi yang digalang oleh pemerintah tersebut, harus benar-benar dimanfaatkan oleh para entrepreneur dalam pengembangan bisnis mereka masing-masing. kerjasama ekonomi sudah membuka pasar yang berjumlah lebih dari 610 juta jiwa dari sepuluh negara ASEAN. Hal ini harus menjadi sebuah peluang besar dan dimanfaatkan oleh para entrepreneur dalam rangka memperluas pasar yang sudah ada.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana meningkatkan daya saing untuk produk dan bisnisnya. Para entrepreneur dituntut untuk bisa menjadi ahli strategi dan berfikir strategik dalam berbisnis. Sustainable competitive advantage adalah kunci untuk terus bertahan. Hal ini relevan dengan bagaimana entrerpreneur sangat memperhatikan setiap perubahan lingkungan bisnis, termasuk juga dengan kejadian BREXIT ini yang suka tidak suka akan berdampak kepada lingkugan bisnis dan lingkungan ekonomi setiap entrepreneur.

Wajar pengamat memprediksi akan terjadinya ancaman krisis ekonomi seperti tahun 2008 atau bahkan tahun 1998 karena memang saat ini kondisi ekonomi sudah pada posisi interedependensi atau saling ketergantungan yang membuat setiap perubahan di satu negara akan mempengaruhi ekonomi negara lain dan bahkan dunia. Oleh karena itu, entrepreneur harus benar-benar bisa memahami setiap perubahan lingkungan bisnis, khususnya ekonomi serta meningkatkan daya saing. Bagaimana dengan anda? hmmmm
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: