"Wirausahawan Baru Dominasi Usaha Kuliner" begitulah judul yang terpampang dalam satu salah harian umum di Kota Bandung pada 20 Mei 2014. Waduh..... Judulnya begitu amat karena memperkuat apa yang ada selama ini diketahui bahwa pilihan yang paling banyak dilakukan oleh entrepreneur baru adalah kuliner. Judul ini memperkuat kesimpulan selama ini tentang bisnis para entrepeneur.
Jika dilihat lebih dalam, inilah temuan dalam program wirausaha baru Jawa Barat yang dalam hal ini salah satu OPD yang menyelenggarakannya adalah Dinas KUMKM Jawa Barat. Dari 4000 pelamar yang masuk, mereka melewati seleksi administrasi, wawancara dan juga sebagian mengikuti psikotes untuk mendapatkan peserta yang benar-benar ingin berbisnis dan berkomitmen untuk mengembangkan bisnis mereka sebanyak 300 orang pada tahun ini.

Mayoritas berbisnis Kuliner
Temuan ini sangat penting untuk dicermati ketika 70% para pelamar dalam program ini berbisnis di industri makanan dan minuman atau yang lebih dikenal dengan kuliner. Mereka menggambarkan bagaimana bisnis para anak muda tersebut lebih kepada industri kuliner yang memang berkembang sangat pesat di Jawa Barat pada umumnya dan juga Kota Bandung pada khususnya. Hal ini dapat dilihat dari asal para peserta program Wirausaha Jawa barat ini yaitu dari berbagai Kota/Kabupaten yang ada di provinsi ini.
Terlepas apapun bisnis yang mereka pilih, apalagi pada bisnis kuliner, ada beberapa hal penting untuk dicermati yaitu pertama, apakah bisnis yang dipilih tersebut sudah sesuai dengan potensi diri anak muda tersebut? Hal ini penting untuk diperhatikan bahwa berbisnis itu akan lebih cepat tercapai suksesnya bila sesuai dengan potensi diri entrepreneur muda tersebut. Potensi diri yang bisa jadi mereka bawa sejak lahir ataupun lingkungan sejak kecil dimana mereka berada.
Yang kedua adalah bisnis para entrepreneur itu harus sesuai dengan passion atau hasrat setia wirausaha baru. Passion sangat dibutuhkan untuk menjalankan serta menumbuhkembangkan bisnis mereka. Permasalahan yang sering dihadapi adalah ketika para entrepreneur tidak bisa melewati fase-fase sulit dalam usaha mereka seperti masalah keuangan, pemasaran, operasi dan sumber daya manusia sehingga dengan mudah "mundur" dari bisnis tersebut. sangat disayangkan entrepreneur muda tidak memiliki passion yang kuat dalam bisnis sehingga tidak memilki endurance dalam menjalankan bisnis.
Ketiga adalah pengetahuan atau knowledge tentang hakekat entrepreneurship, bisnis dan lingkungan bisnsi serta manajemen yang harus mereka gunakan dalam menjalakan bisnis kuliner. Pengetahuan tentang ketiga hal ini menjadi penting ketika para entrepreneur harus mengoptimalkan peluang yang ada dalam lingkunga internal maupun lingkungan eksternal mereka seperti konsumen, distributor bahkan supplier selain kondisi politik, sosial-budaya, teknologi dan lingkungan global. Suka tidak suka, konsep TP = TR – TC membutuhkan pengetahuan entrepreneur tentang manajemen keuangan, pemasaran, operasi dan juga sumber daya manusia.
Keempat adalah skill atau keterampilan para entrepreneur dalam mengelola keuangan, pemasaran, operasi dan juga karyawan yang terlibat dalam bisnis kuliner tersebut. Skill ini akan berkontribusi kepada pencapaian tujuan bisnis yaitu profit, people, planet, sustainability serta bisnis yang selalu tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan juga besar untuk jangka waktu yang panjang.
Kelimat adalah berhubungan dengan sikap para wirausaha baru Jawa Barat dalam menjalankan dan menumbuhkembangkan bisnis tersebut. Sikap yang positif, pantang menyerah, bertanggungjawab dan lain-lain menjadi kunci sukses entrepreneur dalam menjalankan bisnis kuliner tersebut. Apalagi sikap terhadap konsumen.
Yang terakhir adalah morale dari setiap wirausaha baru Jawa Barat yang berhubungan dengan keyakinan (confidence), disiplin dan antusiasme mereka terhadap bisnis itu sendiri. Inilah yang perlu mendapatkan perhatian para wirausaha baru Jawa Barat tentang bisnis kuliner sebagai pilihan bisnis mereka. Ingat, pada akhirnya, apapun bisnisnya, tetap harus bisa mencapai tujuan bisnis itu. Sukses buat kita semua....     
           
Tim STRABIZ Management Consulting 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: