BUSINESS TODAY
Sudah hampir memasuki pertengahan bulan Ramadhan bagi Umat Muslim di negara ini dan sejatinya menjadi momentum yang semakin memperkuat amal ibadah sembari meningkatkan bisnis yang sudah dibuat dan direncakanan oleh para entrepreneur dalam menyambut bulan syawal dimana mereka merayakan lebaran 1437H. Tentu kedua aktivitas ini, baik ibadah maupun bisnis diharapkan terus meningkat secara bersamaan.

Satu hal yang menarik adalah bagaimana janji pemerintah untuk menurunkan harga bahan pokok, khususnya daging sampai dengan Rp. 8000/kg. memang ini menyenangkan bagi masyarakat dan juga para entrepreneur, khususnya yang berbisnis kuliner dengan menggunakan daging sebagai bahan baku utamanya. Selain itu, juga sembako yang lainnya karena berhubungan dengan bagaimana entrepreneur harus bisa mengoptimasi harga  yang kompetitif.


Akan tetapi, sampai dengan pertengahan bulan Ramadhan ini, belum terlihat tanda-tanda penurunan harga bahan sembako dan malah kecenderungannya naik. Lihat saja beberapa pengusaha makanan yang mengeluh tentang tingginya harga daging dan juga bahan baku lainnya sehingga membuat harga jual produknya juga meningkat. Akibatnya, laba atau profit yang didapatkan oleh para entrepreneur menjadi turun seiring dengan menurunnya daya beli dari masyarakat.

Oleh karena itu, para entrepreneur memang harus menyadari konsep dasar kenapa mereka memilih untuk menjadi seorang entrepreneur yaitu bagaimana mereka harus mandiri dalam berbisnis. Variabel pemerintah yang menjadi faktor pendukung dalam memberikan peluang, seringkali tidak dirasakan oleh para entrepreneur dalam menjalankan bisnis dan bahkan seringkali membuat ancaman terhadap bisnisnya. Fakta ini harus disadari dengan baik oleh para entrepreneur agar tidak salah langkah dalam membuat keputusan bisnis.

Seringkali para entrepreneur terjebak dengan "janji" pemerintah dalam kondisi bisnsi yang tidak menentu dimana pemerintah menjanjikan harga yang baik, perlindungan dari pemerintah terhadap bisnis sampai dengan seolah-olah membukakan jalan kepada para entrepreneur untuk memasuki pasar yang lebih luas. Tentu hal ini harus disyukuri oleh para entrepreneur, akan tetapi, perlu dipahami bahwa yang menentukan bisnis para entrepreneur adalah entrepreneur itu sendiri.

Kejelian para entrepreneur dalam menganalisis lingkungan bisnis harus menjadi keahlian yang sangat diperlukan untuk membuat bisnis bisa bertahan dan bahkan tumbuh dan berkembang. Sudah waktunya entrepreneur benar-benar mandiri dengan bisnis  yang dijalankan karena tanpa itu, entrepreneur tidak akan pernah sukses dengan bisnisnya. Bagaimana dengan anda? Sudah siap mandiri? hmmmmm
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: