"What?......Jadi, tugas utama seorang entrepeneur itu membuat keputusan, pak Meri?" Inilah pertanyaan yang disampaikan binaan yang tergabung dalam GIMB Entrepreneur School dan juga pendengar dalam program Belajar Bisnis (Belbiz) kepada saya. Hal ini relevan dengan pernnyataan saya bahwa tugas seorang entrepreneur itu adalah membuat keputusan.
Hakekat seorang entrepreneur yang selalu saya sampaikan bahwa dia akan berhasil kalau memahami bisnis dan lingkungan bisnis serta bisa membuat bisnis menjadi longlive untuk jangka panjang kalau mereka menerapkan manajemen dalam setiap aktivitas bisnis, termasuk manajemen keuangan dan akuntansi, pemasaran, operasi atau business proses serta sumber daya manusia.

Business decision
Inti dari seluruh aktivitas tersebut adalah bagaimana entrepreneur harus bisa membuat keputusan yang mampu memberikan superior value bagi konsumen dan juga bisnis mereka. Keputusan tersebut merupakan pilihan yang dilakukan oleh setiap entrepeneur secara sadar atas pilihan-pilihan yang ada.
Oleh karena itu, entrepreneur harus bisa memahami bahwa dalam menjalankan bisnis agar bisa mencapai tujuan secara efektif dan efisien, harus bisa membuat keputusan yang logis. Dalam hal ini, keputusan yang dibuat entrepeneur harus benar-benar memperhatikan beberapa hal yang terkait dengan keputusan tersebut.
Pertama, keputusan bisnis harus didukung oleh data dan fakta yang valid dan reliable serta lengkap. Hal mendasarkan dalam pembuatan keputusan adalah seberapa banyak data yang sudah tersedia untuk mendukung keputusan yang harus dibuat. Kenapa harus valid? Jelas datanya tidak boleh asal dalam konteks sumber nya. Jenis data berupa data primer dan sekunder serta teknik pengumpulan data berupa literatur, wawancara, observasi dan bahkan survei.
Kedua, keputusan tersebut harus mengikuti suatu proses yaitu problem identification dimana entrepreneur harus bisa mengidentifikasi masalah dengan baik. Selanjutnya adalah mencari alternatif solusi, menganalisis altternatif solusi, memutuskan, menjalankan pilihan serta mengevalusi hasil implementasi tersebut. ini menjadi rangkaian proses yang tidak boleh dilewati.
Ketiga, setiap keputusan yang dibuat, harus memiliki tujuan yang jelas dan terukur. Tujuan keputusan itu tentu mengacu kepada tujuan bisnis yaitu bagaimana keputusan tersebut bisa berkontribusi kepada peningkatan profit melalui peningkatan total revenue dan penurunan total cost (TP = TR – TC). Inilah tujuan utama yang harus dipahami dan bisa diukur oleh entrepreneur.  
Keempat, setiap keputusan harus bisa berkontribusi kepada sustainability atau keberlanjutan bisnis para entrepeneur agar bisa membuat bisnis entrepeneur itu tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil dan menengah.
Kelima, setiap keputusan harus dibuat dengan meminimalisir keterlibatan emosi karena keputusan bisnis tersebut harus benar-benar memperhatikan output dan outcome seperti yang dijelaskan di atas. Jangan pernah membuat keputusan dalam kondisi apati karena hal ini tidak memperhatikan dampaknya dari keputusan tersebut. Jangan pula membuat keputusan bisnis dalam kondisi marah karena kualitas keputusan tidak mempertimbangkan dampak negatif dari keputusan bisnis.
Selain itu, jangan pula membuat keputusan dalam keadaan sedih, takut serta terlalu bangga. Inilah yang harus dihindari ketika membuat keputusan bisnis. Suka tidak suka, setiap entrepeneur dituntut untuk berhati-hati dalam membuat keputusan bisnis tersebut.
Jadi, para entrepreneur jangan lagi membuat keputusan bisnis berdasarkan perasaan, insting ataupun pengalaman karena jelas, keputusan bisnis itu akan menentukan bisnis saat ini dan yang akan datang.... So, tingkatkan kemampuan membuat keputusan bisnis.  
Tim STRABIZ Management Consulting
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: