BUSINESS TODAY

Kematian Muhammad Ali, sang legenda tinju dunia pada jumat, 3 Juni 2016 yang lalu benar-benar membuat dunia kaget karena begitu besar nilai-nilai diri yang dicontohkan oleh beliau selama hidup, baik sebagai seorang petinju maupun sebagai seorang muslim yang tidak hanya diucapkan tetapi juga dicontohkan dalam kehidupan sehari-harinya. Lihat saja bukti yang ditunjukkan oleh penghormatan berjuta orang diseluruh dunia untuk Muhammad Ali.

Antiklimaksnya adalah bagaimana ribuan orang men-sholatkan jenazahnya, mulai dari presiden sampai dengan masyarakat biasa dari berbagai dunia. Lalu juga prosesi pemakaman yang ditayangkan oleh berbagai televisi dari seluruh dunia sehingga jutaan mata melihat proses pemakaman yang luar biasa bagi seorang masyarakat sipil yaitu Muhammad Ali di negara Amerika Serikat. Begitu tingginya charisma seorang Muhammad Ali.



Bagi para entrepreneur, ini adalah sebuah pelajaran  yang luar biasa sehubungan dengan diri seorang entrepreneur dalam menjalankan bisnis pada khususnya dan juga menjalani kehidupan pada umumnya. Kedua hal ini tidak bisa dilepaskan dan berhubungan satu sama lain. Menjadi seorang entrepreneur, harus bisa menjadi seorang professional dan dalam kehidupan menjadi seorang inspirator bagi banyak orang sepanjang hidupnya.

Tentu para entrepreneur di negara ini masih ingat dengan peran yang harus dijalankan yaitu untuk memenuhi tujuan sendiri, tetapi juga tujuan untuk memberikan manfaat bagi banyak orang yang membutuhkan kontribusi dari bisnis yang dijalankan yaitu dengan membuka lapangan pekerjaan, memberikan produk yang dibutuhkan oleh masyarakat sampai dengan memberikan manfaat kepada masyarakat dan alam.

Sejatinya seorang entrepreneur harus bisa menjadi seorang inspirator bagi banyak orang dalam menjalankan bisnis selain professional sehingga mampu membuat bisnis nya terus berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar. Jangan hanya memilikirkan diri sendiri karena itu akan dinilai oleh orang lain sebagai bentu orientasi seorang entrepreneur untuk kepentingan diri sendiri. Hal itu tidak akan memberikan value yang optimal bagi entrepreneur saat ini dan yang akan datang.

Selanjutnya, fokuslah memberikan nilai kepada orang lain. Hal ini akan sangat dibutuhkan oleh banyak orang karena nilai itu fokus pada bagaimana entrepreneur memberikan yang terbaik kepada masyarakat.. selain itu nilai yang dipegang juga harus jelas. Kondisi ini menuntut entrepreneur untuk memiliki konsep diri yang kuat dan tidak tergoda dengan hal-hal yang melanggar etika. Inilah pelajaran yang luar biasa dari Muhammad Ali. Selamat jalan Ali… 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: