Bulan September 2016 ini, Pemerintah Jawa Barat menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional atau yang lebih dikenal dengan PON. Berbagai cabang olah raga akan diselenggarakan selama pelaksaan PON ini dan pastinya akan menjadi sebuah momentum  yang sangat penting bagi perkembangan olah raga di negara ini ditengah prestasi olah raga yang dihasilkan oleh para atlet yang seringkali dikritik oleh banyak orang.

Selain aspek olah raga, ada satu hal yang sangat penting dan pastinya menjadi momentum yang sangat berharga bagi para entrepreneur atau wirausaha di Jawa Barat. Apalagi konteksnya sekarang adalah bagaimana pemerintah sedang fokus dalam mengembangkan kewirausahaan dengan program Pencetakan Seratus Ribu Wirausaha Baru Jawa Barat yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Bapak Ahmad Heryawan pada tahun 2014 sampai dengan 2016. Adapun pelaksanaannya melibatkan konsep Penthahelix yaitu akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah dan media.
Kembali lagi ke acara PON yang akan diselenggarakan di Jawa Barat, bagi entrepreneur, sejatinya adalah sebuah momentum yang harus dimanfaatkan secara optimal. Pelaksanaan PON yang melibatkan ribuan atlet, official sampai dengan pendukung yang berasal dari 34 Provinsi di Indonesia dan pelaksanaannya tersebar di hampir seluruh Kota dan kabupaten yang ada di Jawa Barat. Tentu ini menjadi prospek yang sangat besar untuk pengembangan bisnis para entrepreneur.
Yang pertama adalah sebaran pelaksanaan olah raga di beberapa kota dan kabupaten yang ada di Jawa barat. Tentu ini relevan dengan wirausaha baru Jawa Barat yang juga tersebar di 27 Kota dan Kabupaten di Jabar sehingga para wirausaha dapat menawarkan produk mereka kepada para atlet, supporter dan juga official. Yang kedua adalah jumlah nya yang banyak sekali sehingga menjadi potential customer bagi wirausaha baru Jabar.
Oleh karena itu, wirausaha baru Jawa Barat benar-benar harus melihat dan memahami peluang ini sebaik mungkin. Tidak bisa diragukan lagi bahwa pemahaman yang baik terhadap need, want dan demand dari para stakeholders dalam PON ini akan menjadi dasar untuk membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan para entrepreneur. ingat, wirausaha baru Jabar juga harus fokus kepada pasar atau yang seringkali disebut dengan strategi market driven.
Selanjutnya adalah bagaimana entrepreneur bisa fokus kepada membuat produk yang berkualitas. Sejauh ini, seringkali ditemui bahwa produk yang dihasilkan oleh para entrepreneur belum siap memenuhi persyaratan yang diminta oleh pasar yaitu PIRT, BPPOM, Ijin usaha lainnya serta badan usaha ataupun badan hukum. Hal ini menjadi salah satu kendala yang seringkali membuat wirausaha terkendala masuk ke pasar yang diharapkan mampu menyerap produk mereka. Waktunya entrepreneur mempercepat pengurusan ijin-ijin tersebut.
Yang tidak kalah penting saat ini adalah bagaimana dukungan dari pemerintah terhadap wirausaha baru Jawa Barat. Yang jelas, panitianya adalah pemerintah dan pastinya memiliki kewenangan untuk memberikan dukungan akan keberhasilan program pemerintah yaitu pencetakan seratus ribu wiruasaha baru Jabar ini. yang menjadi temuan di lapangan adalah pemahaman yang belum sama antara pemerintah terhadap program ini sehingga belum terjadi sinkronisasi untuk dukungan kepada wirausaha di berbagai daerah.
Rasanya, dukungan pemerintah akan bisa menjadi key success factor untuk kesuksesan wirausaha dalam memanfaatkan momentum PON ini untuk bisa menciptakan wirausaha  yang berdaya saing sesuai dengan target yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat. Akhirnya, sukses PON dan sukses program Wirausaha Baru Jawa Barat bisa tercapai.
Meriza Hendri, founder STRABIZ Management Consulting, GIMB Foundation ,
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: