"Pak Meriza, saya sejak kecil suka mendesain baju dan ini berasal dari keluarga saya dimana Ibu selalu menjahit dan membuat desain baju untuk saya" demikian pernyataan dari salah seorang peserta konsultasi bisnis  yang mengikuti program di salah satu perusahaan Multi National Company di Duri beberapa waktu yang lalu. Rasanya, pernyataan ini menjadi sebuah hal yang menarik buat saya karena berhubungan dengan bagaimana menemukan potensi diri seorang karyawan untuk menjadi entrepreneur.
Jelas ini penting karena salah satu permasalahan seorang karyawan menjadi entrepreneur adalah bagaimana mereka memilih bisnis yang tepat dan tidak membuat mereka menjadi takut untuk berbisnis. Kembali ke hobi mendesain baju. Saya sendiri memiliki satu orang anak didik dalam berbisnis dan ini berawal dari hobinya mendesain baju-baju untuk muslimah.

Satu hal yang menarik tadi yaitu dia mulai dari hobi. Dalam konteks saya menemukan potensi seseorang dalam memilih bisnis yaitu passion dimana dia benar-benar menyenangi apa yang dia pilih. Hobi mendesain membuat dia benar-benar menyenangi aktivitas mendesain baju. Banyak ide-ide yang datang di benak dia untuk membuat desain baju. Bahkan ide-idenya sangat original sehingga membuat desain bajunya sangat berbeda dibandingkan dengan desain baju yang dibuat oleh pebisnis lain.
Hal yang paling penting bagi setiap karyawan yang ingin berbisnis dengan basis hobi mendesain baju adalah pahami dengan baik hobi tersebut. Bicara pemahaman itu jelas mulai dari A – Z. artinya, dalami hobi, pelajari dari hulu sampai hilir. bahkan saya menggunakan konsep knowing your hobby sehingga semua tentang hobi nya menjadi dasar buat dia.
Selanjutnya adalah tingkatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap yang benar tentang hobi yang dijalani. Ini penting bagi karyawan. selanjutnya, karyawan harus memahami konsep bisnis dan manajemen yang akan digunakan untuk meningkatkan hobi karyawan. hubungkan hobi dengan bisnis karena disinilah korelasi antara seorang karyawan yang memiliki hobi dengan menjadi seorang entrepeneur.
Yang tidak kalah penting, karyawan mulai mencari seorang mentor yang dapat mengarahkan karyawan untuk menjadi entrepreneur dibidang fashion dimana mentor tersebut adalah seorang akademisi dan praktisi. Semuanya harus benar-benar dipelajari dan diarahkan oleh mentor kepada para karyawan. yang terakhir, karyawan harus action… tidak ada artinya tanpa action denga menjadi seorang entrepeneur di bidang fashion.
So, masih takut memilih untuk jadi pensiun preneur sukses? Waktunya sekarang memutuskan untuk menjadi seorang pensiun preneur sukses. Ingat…….., NOW OR NEVER…..
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: