Salah satu tantangan yang paling berat bagi seorang entrepreneur dalam menjalankan bisnis di tengah tingginya tingkat persaingan bisnis serta perubahan lingkungan bisnis yang begitu cepat dan tidak bisa dikendalikan adalah sikap mental yang berhubungan dengan Allah SWT. Ada sebuah fenomena yang menarik berhubungan dengan "virus" yang selalu dikembangkan dan dibagikan kepada anak muda untuk menjadi seorang wirausaha atau entrepreneur.

Aktivitas yang sudah menjadi bagian dari program yang dikembangkan oleh Penthahelix yaitu akademisi, pebisnis, komunitas, pemerintah sampai dengan media yang mendorong setiap anak muda untuk menjadi entrepreneur sukses dalam konteks bagaimana mereka bisa mengembangkan bisnis untuk mencapai tujuan yang biasanya tercermin dalam hubungan profit, people, planet, sustainability sampai dengan tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.
Rasanya, dampak dari program pengembangan wirausaha sudah mulai kegiatan dimana banyak mahasiswa yang ingin menjadi wirausaha ketika mereka lulus dari kuliah. Perusahaan semakin gencar mengembangkan program Corporate Social Responsibility ataupun Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang menyasar UMKM untuk menjadi binaan mereka. Komunitas bisnis pun terus berkembang dan jumlah anggotanya terus bertambah untuk menjadi wirausaha.
Belum lagi pemerintah yang memiliki program pengembangan wirausaha yang salah satunya Wirausaha Baru Jawa Barat yang digerakkan oleh 13 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta media pun yang terus memberitakan tentang berbagai aktivitas tentang entrepreneurship. Manajemen media berkontribusi pada komunikasi yang dibangun dengan stakeholders lainnya dalam hal wirausaha.
Akan tetapi, ada satu hal yang menarik yaitu bagaimana anak muda yang menjadi wirausaha, meskipun belum semua sukses, memiliki perilaku yang menarik yaitu bagaimana mereka sangat berorientasi kepada uang, uang dan uang yang menjadi tujuan akhir mereka. Tujuan y ang pastinya memang berada pada awal bisnis itu dibentuk, akan tetapi, konsep ini terus bertahan sampai waktu yang cukup lama sehingga perlu menjadi perhatian stakeholders yang peduli dengan entrepreneurship.
Oleh karena itu, entrepreneur perlu memiliki sebuah kerangka berfikir yang kuat dan bahkan menjadi sikap mental atau mindset dalam berbisnis. Apa itu? Sikap mental yang berhubungan dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh agama. Adanya perilaku tidak disiplin, lebih individualistis dan bahkan mulai melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama menjadi sebuah fenomena  yang perlu dikaji lebih awal sehingga tidak menjadi sebuah habit dan karakter yang tidak baik.
Momentum memasuki bulan suci Ramadhan tahun ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi para entrepreneur untuk meningkatkan sikap mental yang lebih baik dan sesuai dengan ajaran agama. Memang orang sekarang menekankan kepada bagaimana membangun sebuah bisnis yang sesuai dengan etika bisnis sehingga entrepeneur dapat membangun bisnis yang sustainability serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil menengah dan besar.
Sikap mental ini diperlukan dan bulan suci ramadhan akan bisa membangun sebuah nilai-nilai yang sangat penting dan dibutuhkan oleh ruhaniah setiap entrepreneur untuk selalu menekankan kepada hal-hal yang berhubungan dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Hal ini sangat dibutuhkan oleh para entrepeneur muda saat ini ketika informasi yang sangat berkembang dan mudah didapatkan. Beruntunglah entrepreneur yang sudah memiliki nilai-nilai yang kuat dalam bisnis, bagaimana dengan entrepeneur muda yang baru berbisnis, lalu berhasil dan memegang uang  yang banyak?
Inilah yang perlu menjadi perhatian entrepreneur pada khususnya dan setiap orang yang berada pada posisi penthahelix yang berkepentingan dengan penciptaan entrepreneur sukses pada umumnya dimana sikap mental dalam berbisnis dengan basis nilai-nilai agama menjadi hal yang strategis dan harus dikembangkan dalam diri setiap entrepreneur.
Meriza Hendri, founder STRABIZ Management Consulting, GIMB Foundation ,
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: