Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Agama mengumumkan bahwa puasa di bulan Ramadhan 1437 H dimulai pada hari Senin, 6 Juni 2016 dan Alhamdulillah, dilaksanakan secara serentak di Indonesia karena beberapa kali terjadi perbedaan pelaksanaan puasa di bulan Ramadhan. Memang perbedaan itu ditanggapi secara positif oleh bangsa ini. kebersamaan di tahun 2016 dalam menjalankan ibadah puasa perlu disyukuri oleh bangsa ini ditengah banyaknya masalah yang dihadapi bangsa dan pemerintah sehingga menimbulkan perbedaan.

Hal mendasar yang perlu disikapi oleh para wirausaha muda muslim di Jawa Barat pada khususnya dan Indonesia pada umumnya adalah bagaimana menjalankan ibadah puasa secara optimal dengan dukungan ibadah-ibadah lainnya sehingga benar-benar menjadi bagian yang tidak terkalahkan dalam proses pembentukan karakter yang kuat dari seorang entrepreneur muda muslim yang menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang tidak pasti, tidak bisa dikontrol, selalu berubah dan bahkan mengalami turbulensi sehingga competitive context dari bisnis menjadi sangat berubah.
Diperlukan seorang entrepreneur atau wirausaha muda muslim yang memiliki karakter yang kuat dalam menjalankan bisnis dimana mereka harus benar-benar kuat dalam menyikapi perubahan lingkungan bisnis ini. karakter yang diharapkan ini harus benar-benar dibentuk melalui pelatihan  yang kuat dan terkonsep dengan baik dimana yang harus dipenuhi adalah aspek fisik dan mental dan kedua-duanya benar—benar diasah untuk mendapatkan seorang entrepreneur yang kuat.
Bulan Ramadhan bisa menjadi sebuah momentum yang dapat digunakan untuk kepentingan pembentukan karakter yang kuat ini. kenapa demikian? Ibadah  puasa yang dijalankan selama tiga puluh hari pada bulan Ramadhan 1437 H ini bisa memberikan value yang kuat bagi setiap wirausaha. Puasa dengan menahan diri secara fisik dan juga moril dari hal-hal yang akan membatalkan puasa adalah penting bagi setiap wirausaha dimana mereka berlatih untuk mengendalikan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan konsep bisnis dan lingkungan bisnis serta etika bisnis yang selalu dipegang oleh para entrepeneur.
Karakter yang kuat dari seorang wirausaha muda muslim diawali dari pengendalian diri dari setiap wirausaha muda muslim dan hal-hal yang akan merugikan bisnis sendiri serta orang lain, termasuk karyawan, konsumen, pemerintah serta masyarakat. Insya Allah, dengan puasa di bulan Ramadhan ini, akan bisa memberikan kontribusi yang positif terhadap peningkatan karakter seorang wirausaha muda muslim dalam berbisnis.
Selain itu, wirausaha muda muslim juga diberi kesempatan untuk meningkatkan ibadah melalui kegiatan yang berhubungan dengan zikir, sedekah, infak, zakat serta memberikan waktu, pikiran dan tenaga mereka bagi kepentingan umat. Lihat saja bagaimana peluang yang sangat terbuka di bulan suci Ramadhan ini bagi setiap wirausaha untuk melakukan aktivitas tadi. Hal ini berhubungan dengan pembentukan karakter dimana entrepreneur tidak boleh hanya memikirkan diri mereka sendiri dan sejatinya harus berbagi dengan banyak orang. Lihat saja bagaimana sebuah bisnis yang berkah dimiliki oleh wirausaha  yang mau berbagi dengan banyak orang, termasuk dengan memberikan sedekah, infaq sampai dengan zakat.
Ini penting bagaimana seorang entrepreneur tidak hanya fokus kepada diri mereka sendiri karena itu tidak akan memberikan value kepada banyak orang. Kesalahan entrepreneur yang pelit dan tidak mau berbagi adalah ketika mereka melihat orang lain bukan menjadi tempat mereka berbagi, akan tetapi, pihak yang sangat berbeda dengan mereka dan menjadi orang yang selalu meminta dan rugi kalau diberikan hartanya.
Inilah  yang harus dipahami oleh setiap entrepreneur muda muslim di Jawa Barat dan Indonesia untuk memanfaatkan bulan suci Ramadhan 1437H  ini sebagai sebuah momentum dan kesempatan untuk membangun karakter yang kuat dalam berbisnis karena sejatinya, entrepreneur sukses itu adalah entrepreneur yang berkarakter.
Meriza Hendri, founder STRABIZ Management Consulting, GIMB Foundation ,
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: