Setiap apa yang dikerjakan oleh setiap calon juara adalah mulia untuk mencapai apa yang sudah mereka tetapkan dan melebihi dari apa yang dicapai oleh orang lain. Dalam konteks ini, keunggulan bersaing adalah konsep yang perlu dipahami dan digunakan secara baik. Karena memang keunggulan bersaing inilah yang membuat setiap calon juara lebih baik dari yang lain.
Tentu sebagai seorang manusia dalam menggapai tujuan tersebut, harus bekerja secara optimal dengan menggunakan metode yang berbasis pengetahuan (knowledge based). Pengetahuan ini menjadi dasar untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien yang didukung oleh keterampilan (skill) yang merupakan turunan dari pengetahuan yang didapat.
Sebagai contoh, seseorang untuk menjadi juara dalam pekerjaan mencapai target dalam bisnis yang sudah ditetapkan diawal menjalankan bisnis. Diperlukan pengetahuan tentang entrepeneurship, bisnis, manajemen, manajemen stratejik, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen sumber daya manusia dan manajemen operasi atau produksi.

Selanjutnya, pengetahuan ini didukung oleh keterampilan atau skill yang berhubungan dengan seluruh pengetahuan di atas. Keterampilan ini penting untuk menjadi eksekusi atas apa yang sudah direncanakan dan dalam konteks manajemen, hal ini disebut sebagai program yang harus dijalankan.
Pengetahuan dan keterampilan yang selanjutnya ditambah dengan attitude sebagai seorang juara dalam mencapai tujuan merupakan aspek yang penting. Sikaplah yang mempengaruhi lebih baiknya pencapaian tujuan seseorang dalam entrepeneur sebagai contohnya. Hal ini juga berlaku untuk bidang-bidang lainnya yang hendak dicapai oleh calon juara.
Attitude merupakan bagaimana seseorang memberikan respon terhadap apa yang datang kepada mereka dan diharapkan sikap positif dari calon juara dalam mencapai tujuan. Sikap ini sangat mempengaruhi capaian tujuan tersebut.
Kemudian, barulah aspek yang penting lainnya yaitu morale yang saat ini menjadi kata kunci dalam mencapai tujuan. Morale ini sangat diperlukan selama proses pencapaian tujuan yang tidaklah sebentar. Akan tetapi, panjang dan membutuhkan pikiran, waktu, tenaga dan bahkan juga keuangan. Oleh karena itu, membutuhkan morale yang terdiri dari confidence, dissipline dan juga antusiasme dari setiap individu dalam proses tersebut.
Hal ini menjadi intangible resources yang menjadikan lebih unggul dibandingkan orang lain yang suka tidak suka, sering menjadi pesaing calon juara.
tetapi, setelah mendapatkan pengalaman dari proses yang terjadi selama ini, faktor yang perlu menjadi perhatian juga adalah doa kepada Allah Swt. Doa ini menjadi aspek yang menunjukkan calon juara tersebut adalah seorang manusia yang memiliki Tuhan. Kekuatan Doa seringkali membuat calon juara jauh lebih tenang dan lebih sadar hakekat mereka sebagai manusia untuk mencapai tujuan.
Kekuatan doa seringkali menjadi penentu seseroang dalam mencapai tujuan tersebut. Doalah yang membuat orang tidak akan sombong dan angkuh dalam proses pencapaian tujuan. Banyak orang yang seringkali melupakan kekuatan doa sehingga mereka terkesan sombong dan terlalu yakin dengan apa yang mereka lakukan setiap hari.

Sebagai seorang calon juara, doa juga akan menjadi bukti penyerahan diri kepada Allah SWT. Sikap ini adalah yang paling mendasar bagaimana menyerahkan seluruh hasil setelah berusaha dengan baik, dengan keterampilan dan skill yang luar biasa, sikap yang positif serta doa yang terus disampaikan dan diucapkan kepada Allah Swt.
Sekarang, tentu dengan hal-hal yang sudah dilakukan tersebut, menjadi dasar untuk juara yang diinginkan oleh setiap calon juara. Sukses untuk kita semua ya... semoga selalu menjadi juara. 
Meriza Hendri, Direktur STRABIZ Manajemen Bandung, Founder GIMB Foundation 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: