BUSINESS TODAY
Luar biasa……inilah yang mungkin layak disamapikan kepada sepasang suami istri yang tega melakukan bisnis yang sangat bertentangan dengan etika bisnis dengan membuat vaksin palsu dan sudah berjalan selama kurang lebih 13 tahun. Berapa juta anak  yang sudah mengkonsumsi vaksin yang sejatinya adalah bagian dari upaya untuk membuat anak sehat dan dapat tumbuh sesuai dengan yang seharusnya serta bisa menangkal penyakit seiring dengan tumbuh kembang anak.

Akan tetapi, apa yang mereka lakukan? Tiga belas tahun mereka melakukan praktek membuat vaksin palsu dan menyebarkan vaksin palsu tersebut ke seluruh Indonesia. Berita di beragai media menyampaikan bagaimana marahnya stakeholders, mulai dari pemerintah dan apalagi masyarakat yang menjadi pihak yang dirugikan karena mengkonsumsi vaksin yang tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak mereka.



Sebagai seorang entrepreneur, tentu kejadian ini memberikan pelajaran  yang luar biasa bagi para entrepreneur untuk fokus dalam menjalankan bisnis dengan memperhatikan etika bisnis dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat, baik sebagai konsumen ataupun sebagai pihak yang terpengaruh dengan keberadaan bisnis para entrepreneur. dalam konteks bisnis, inilah yang disebut dengan people sebagai salah satu tujuan bsnis kalau mau bisnis tersebut memiliki konteks sustainable atau berkelanjutan.

Janganlah membuat bisnis yang akan merugikan orang lain karena itu sangat menyakitkan dan membuat orang lain menghadapi bencana. Bisa dibayangkan bagaimana dampak vaksin palsu terhadap masa depan jutaan generasi kedepannya. Ini menjadi dasar bagi entrepreneur dalam membangun bisnis. sejatinya, bisnis mampu memberikan value atau nilai sehingga memberikan solusi bagi konsumen.

Pelajaran lainnya adalah bagaimana entrepreneur bisa memahami aspek hukum dari setiap bisnis yang dijalankannya. Entrepreneur benar-benar diharapkan memiliki pemahaman yang mendalam tentang aspek legal dan menjalankan bisnis sesuai dengan aturan hukum. Kenapa demikian? Seringkali terlihat entrepreneur alergi dengan hukum sehingga mereka tidak mau fokus dalam aspek hukum. Wajar karena entrepreneur belum terbiasa dengan aspek legal, bahkan sejatinya kalau benar-benar bisa memahami aspek legal, bisa menjadi peluang bagi pengembangan bisnis.

Inilah dua hal yang harus menjadi perhatian bagi setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis dan pelajaran yang sangat berharga dengan kejadian bisnis yang dijalanlkan oleh sepasang suami istri dengan membuat vaksin palsu tersebut. Bagaimana dengan anda? Mau berbisnis seperti mereka dan membuat konsumen rugi? hmmmm
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: