Beberapa waktu lalu, saya melewati sebuah koperasi simpan pinjam yang memberikan layanan kepada anggotanya berupa simpan pinjam. Koperasi tersebut sepi, akan tetapi, ramai ketika awal bulan dan melakukan transaksi di koperasi ini. Banyak juga anggotanya dan kebanyakan adalah orang tua yang sudah berumur dan melakukan bisnis sehari-hari seperti perdagangan di pasar dan juga dirumah mereka masing-masing.


timbul pertanyaan bagi saya, kenapa anggotanya adalah orang tua dan jarang sekali anak muda? Padahal, koperasi ini membutuhkan anak muda yang mengelolanya sehingga dapat meningkatkan peranan kepada akvititas itu sendiri. banyak hal yang didapat bila setiap anak muda mau bergabung dan membangun koperasi ini.

Melihat kondisi ini mengingatkan saya kepada proses restorasi koperasi yang disampaikan oleh Bapak Nana. Restorasi koperasi yang seharusnya dilakukan dengan melibatkan anak muda karena memang kalau berbicara restorasi kata beliau membutuhkan perubahan besar-besaran dan melibatkan banyak orang.

Saya juga teringat atas ucapai pahlawan yang menyatakan bahwa berikan saya 10 anak muda dan akan saya rubah suatu bangsa. Rasanya, hal ini relevan dengan perubahan yang akan dilakukan kepada koperasi seperti layaknya perubahan pada kondisi ekonomi bangsa yaitu mulai dari anak muda dengan membangun entrepreneurship.

Oleh karena itu, koperasi yang saya lihat perlu direstorasi dengen melibatkan anak muda dalam koperasi tersebut dan akan memberikan gerak yang begitu cepat sehingga akan berdampak kepada perkembangan bisnis itu nantinya. sudah waktunya anak muda dilibatkan dalam pengembangan koperasi di negeri ini.

Hal penting bagi anak muda untuk dipersiapkan menjadi pelaku koperasi yang baik adalah bagaimana menimbulkan pemahaman yang baik tentang konsep koperasi itu sendiri. Seringkali mereka terjebak dengan kerangka berfikir seorang pengusaha yang pastinya memiliki perbedaan dengan konsep koperasi. Pendidikan tentang koperasi masih sangat minim dimiliki oleh para entrepreneur muda karena jarang sekali mendapatkan gambaran tentang koperasi itu sendiri. Hal ini sangat terasa di koperasi WJS yang banyak beranggotakan para wirausaha yang masih bermindset bisnis.

Setelah itu, anak muda dilibatkan secara langsung untuk aktif di koperasi dan juga dilakukan pendampingan agar mereka terus meningkatkan konsep koperasi dalam diri. Ketika ini bisa dilakukan, maka koperasi akan besar di tangan anak-anak muda dengan spirit yang lebih baik dan tenaga serta fikiran yang lebih besar.


Lihat tulisan terkait di www.strategidanbisnis.com
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: