Tantangan yang harus diperhatikan dan diselesaikan para stakeholders di Jawa Barat pada khususnya dan Indonesia pada umumnya adalah bagaimana meningkatkan mindset, business capability sampai dengan social capital serta edukasi entrepreneurship yang kalau dirangkum menjadi sebuah konsep bagaimana entrepreneur harus bisa menjadi ahli strategi bisnis dan manajemen bagi bisnisnya. Inilah yang rasanya menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.


Hal ini sangat terasa ketika melihat geliat dan pergerakan entrepreneurship yang sedang terjadi di Jawa Barat yang relevan dengan program Pencetakan Seratus Ribu Wirausaha baru Jawa Barat yang dilakukan oleh Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat. Ketika program ini sudah dijalankan pada tahun ketiga, menjadi evaluasi yang paling penting karena berhubungan dengan capaian bagaimana entrepreneur itu harus memiliki daya saing yang tinggi ditengah tingkat persaingan bisnis  yang semakin membuat entrepreneur Jawa Barat harus bisa mencapai tujuan bisnis yaitu profit, people, planet, berkelanjutan sampai dengan bisnis yang tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.

Strategic management harus menjadi sebuah pengetahuan dan keterampilan yang harus dimanfaatkan oleh setiap entrepreneur di Jawa Barat dan relevan dengan program yang dikembangkan oleh Gubernur. Sudah banyak pendidikan dan pelatihan yang dijalankan oleh para stakeholders, akan tetapi, masih sedikit yang memberikan perhatian kepada strategic management dalam bisnis yang mereka jalankan.

Oleh karena itu, perlunya setiap entrepreneur meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menggunakan strategic management dalam bisnis tersebut. Hal ini dimulai dengan sebuah mindset atau sikap mental para entrepreneur dalam menjalankan bisnis. tanpa ini, bisnis yang dijalankan oleh para entrepreneur tidak akan optimal. Sikap mental  yang terlihat masih lemah yang dimiliki oleh para entrepreneur dimana ketika mendapatkan sebuah masalah, langsung mundur dan bahkan tantangan yang ada dalam setiap bisnis membuat mereka tidak bisa melanjutkan bisnis.

Selain itu, mereka juga masih lemah dalam melihat dan memanfaatkan setiap peluang yang ada dari lingkungan bisnisyang selalu berubah, tidak pasti, tidak bisa dikontrol dan mengalami turbulensi. Padahal, peluang tersebut berasal dari akademisi, perusahaan, pemerintah, komunitas, perbankan dan sampai dengan media yang belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal oleh para entrepreneur. peluang-peluang tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal dan bahkan dibiarkan saja berlalu.

Peningkatan kedua adalah dari sisi kapabilitas organisasi bisnis yang dimiliki oleh para entrepreneur. kemampuan mereka mengelola keuangan, pemasaran, proses bisnis, sumber daya manusia sampai dengan teknologi informasi yang digunakan oleh para entrepreneur dalam menjalankan bisnis. hal ini perlu menjadi perhatian dengan pembelajaran yang terus menerus bagi setiap entrepreneur. inilah kunci bagaimana entrepreneur bisa unggul dalam berbisnis.

Barulah yang terakhir bagaimana entrepreneur perlu diberikan pemahaman yang baik tentang lingkungan eksternal yang ada di perusahaan atau bisnis yang berdampak kepada peluang dan ancaman yang melekat pada setiap entrepreneur. lingkungan eksternal seringkali kurang diperhatikan oleh para entrepreneur dalam berbisnis sehingga terjebak dalam rutinitas dalam berbisnis itu sendiri.

Inilah yang menjadi pekerjaan rumah setiap stakeholders, baik akademisi, perusahaan, komunitas, pemerintah sampai dengan media dan perbankan untuk fokus memberikan edukasi dan pelatihan kepada entrepreneur untuk menjadi seorang strategic management bagi setiap entrepreneur. konsistensi pendidikan dan pelatihan akan menjadi kunci sukses bagi setiap entrepreneur saat ini dan yang akan datang.

Meriza Hendri, founder STRABIZ Management Consulting, GIMB Foundation ,





Share To:

meriza hendri

Post A Comment: