Disiplin adalah konsep yang sudah umum didengar oleh banyak orang dimana hampir semua orang sukses dalam bidang mereka selalu menjalankan hal yang sama yaitu disiplin, disiplin dan disiplin. Silahkan bertanya kepada orang-orang sukses ataupun membaca profil mereka yang sudah sukses dan selalu menyatakan bahwa tidak ada kecuali mereka untuk menggapai sukses selain dengan disiplin itu sendiri.

Disiplin ini berhubungan dengan bagaimana setiap entrepeneur yang bercita-cita menjadi juara selalu menjalankan dengan konsisten apa yang sudah ditetapkan sebagai aturan bagi mereka. Aturan ini bisa saja dibuat sendiri maupun oleh orang lain tentang apa yang mereka jalankan dalam konteks bisnis mereka.


Inilah pelajaran yang paling penting dan harus menjadi perhatian setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis tersebut. tidak ada pengecualian dalam diri setiap entrepreneur. disiplin adalah karakter yang harus dipahami dan dikembangkan serta ditetapkan sebagai salah satu syarat untuk mencapai sukses nantinya.

Pertanyaan sederhana nya adalah sejauh mana entrepeneur sudah mengetahui, menyadari dan memahami serta menghayati dan menjalankan dalam kehidupan bisnis mereka? inilah yang menjadi tanda tanya besar. Tantangan seorang entrepeneur adalah mengalahkan diri mereka terlebih dahulu sebelum mengalahkan orang lain dalam bisnis mereka. mengalahkan diri untuk mengikuti rule of the game yang ada dalam perusahaan mereka sendiri.

Dalam kelas yang saya ajar tentang entrepeneurship, penekanan sikap yang harus dimiliki oleh para entrepeneur adalah aspek disiplin itu sendiri. Entrepeneur dituntut untuk bisa menepati kesepakatan yang sudah dibuat dan disepakati bersama dan bila tidak bisa atau gagal dalam menepati komitmen tersebut, harus mendapatkan konsekuensi dengan membawa coklat sebagai dendanya.

Seringkali siswa kaget dengan apa yang dilakukan dengan cara tersebut. bahkan ada yang sampai membawa tujuh batang coklat dengan harga @ Rp. 11.500 dan membuat mereka kaget setengah mati ketika tidak ada alasan untuk tidak mengganti kesalahan mereka dengan tidak disiplin dalam bisnis tersebut. Terlihat mereka marah, kecewa, kesal dan tidak menyukai cara saya dalam mendidik mereka.

Akan tetapi, inilah resiko dari disiplin. Resiko yang dihadapi yaitu ketika gagal dalam memenuhi kesepakatan yang sudah dibuat dan pastinya ada yang harus dibayar. Saya bilang kepada mereka, saya tidak membutuhkan coklat, saya juga bisa membelinya. Sedikitpun saya tidak memakan coklat tersebut karena dimakan bersama oleh mereka dan teman-teman sekelas.

Inilah yang saya ajarkan kepada anak-anak mudayang sudah menjadi entrepeneur dan ingin sukses dalam bisnis mereka. tidak gampang untuk menjadi juara karena dibutuhkan totalitas komitmen dan disiplin untuk membuat juara sejati tersebut berhasil dalam bisnis mereka. oleh karena itu, jelas disiplin menjadi kunci sukses nya.

Setelah penerapan program tersebut, mulailah entrepreneur berubah dalam perilaku sehari-hari dalam berbisnis. Dan dalam konteks pembelajaran tadi, anak-anak yang tidak disiplin mulai merubah diri dan memperbaiki diri untuk lebih baik karena tidak mau membawa coklat untuk sesuatu yang tidak terlalu bermanfaat bagi mereka. semakin kesini, sudah semakin jarang anak-anak yang kena hukuman membawa coklat.

Inilah yang dimaksud dengan kekuatan disiplin yang harus dikembangkan pada diri setiap entrepreneur untuk menjadi juara. Percuma mendidik mereka dengan konsep entrepreneurship, bisnis dan lingkungan bisnis serta manajemen bila mereka sendiri tidak bisa disiplin dalam bisnis dan menerapkan disiplin tersebut dalam kehidupan pribadi pada khususnya dan bisnis pada umumnya. Ingat, pribadi entepreneur itu adalah salah satu lingkungan bisnis yang harus diperhatikan oleh para entrepeneur untuk menjadi sukses. So, marilah disiplinkan diri untuk menjadi entrepeneur sukses dan juara... salam juara....

Meriza Hendri, Direktur STRABIZ Manajemen Bandung, founder GIMB Foundation


Share To:

meriza hendri

Post A Comment: