Bicara tentang bisnis yang dijalankannya, Ibu Wiwik, Owner Sensory Motor school yang menjadi tamu dalam program saya di Pensiunpreneur, Siapa Takut yang tayang di Bandung TV dan STRABIZ TV, terlihat bagaimana levelling pengetahuan dan kemampuan beliau benar-benar sudah mencapai konteks Mastery. Setiap aspek yang berhubungan dengan bisnis yang  dijalankannya tersebut bisa dijelaskan dan bahkan pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan ke beliau dapat dijelaskan dengan baik sehingga saya bisa mengerti.


“Saya sudah menjalankan aktivitas dalam bisnis ini sejak tahun 1992 dan berbasis kepada pendidikan kuliah strata 1 serta ditambah dengan short course yang saya dapatkan di Inggris pada tahun 1997” kata Ibu Wiwik. Pengetahuan dan pengalaman serta keterampilan yang didapatkan di tempat kerja serta lembaga pendidikan benar-benar membentuk karakter dirinya. Sejatinya, iniilah yang menjadi pertimbangan dan dasar untuk setiap karyawan untuk memutuskan menjadi seorang pensiunpreneur untuk lebih baik dan memiliki daya saing yang berkelanjutan dibanding entrepreneur lainnya.

Hal ini memang menjadi intangible asset yang harus diolah dan dikembangkan secara optimal oleh setiap karyawan dalam menjalankan bisnis. jangan memilih bisnis yang tidak relevan dengan pekerjaan dan pengetahuan serta keterampilan karyawan. tinggal bagaimana menambah mindset seorang entrepreneur untuk sukses menjadi pensiunpreneur serta bagaimana menuliskan desain bisnis dengan basis SOP yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. inipun sudah didapatkan dari tempat bekerja dulu dimana sudah disiapkan oleh kantor tempat mereka bekerja.

Rasanya, sayang sekali ketika karyawan tidak memilih bisnis yang berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan serta pengalaman mereka dulu di tempat kerja karena dengan modal itu, peluang untuk menjadi master di bisnis yang dipilih akan semakin cepat tercapai. Tidak perlu melewati fase start up, kompeten dan fasih karena itu sudah didapatkan di tempat kerja dulu. Bisa jadi langsung ke expert dan bahkan ke mastery ketika dilihat dalam konteks tahapan dari pengetahuan dan keterampilan dalam core business setiap pensiunpreneur.

Disinilah saya selalu menekankan bahwa salah satu pertimbangan karyawan dalam memilih bisnis yang sesuai dengan diri agar terjadi percepatan adalah melihat talent yang terdiri dari potensi diri dan passion, knowledge, skill, attitude serta morale setiap karyawan terhadap bisnis yang dipilih. Belajarlah dari Ibu Wiwik yang sudah mencapai mastery untuk bisnis yang beliau pilih dalam konteks pensiunpreneur.

Bagaimana dengan anda? Masih takut memilih untuk jadi pensiun preneur sukses? Waktunya sekarang memutuskan untuk menjadi seorang pensiun preneur sukses. Ingat…….., NOW OR NEVER…..


Share To:

meriza hendri

Post A Comment: