Dalam mengembangkan bisnis, setiap pensiunpreneur dituntut untuk bisa mengejar tujuan bisnis dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada di dalam maupun di luar bisnisnya termasuk salah satunya adalah komunitas bisnis. Mereka adalah sekelompok pelaku usaha yang memiliki kepentingan yang sama untuk menumbuhkembangkan bisnis masing-masing dengan mendapatkan sumber daya yang mereka butuhkan dalam berbisnis.


Demikian juga yang disampaikan oleh Ahmad Syarif, owner Cyberlabs yang menjadi narasumber dalam program Pensiunpreneur, Siapa Takut yang tayang di Bandung TV dan STRABIZ TV. Syarif aktif dalam beberapa komunitas yang relevan dengan bisnis yang dijalankannya. “Saya ikut beberapa komunitas yang relevan dengan bisnis saya dengan tujuan untuk mengembangkan networking” kata Syarif dalam wawancara tersebut.

“Keikutsertaan saya di komunitas bukan saja untuk berkumpul-kumpul, tetapi bisa memberikan social capital seperti yang selalu Pak Meriza sampaikan” tambah Syarif. Syarif menunjukkan bagaimana aktivitas yang dilakukannya bersama komunitas dan menganalisis kebutuhan komunitas serta membuat solusi bagi komunitas tersebut. “Beberapa komunitas yang saya ikuti adalah GIMBers, HIPMI, JCI dan ada komunitas lainnya” kata Syarif.

Berkaca dari apa yang disampaikan Syarif, saya jadi teringat dengan konsep social capital yang benar-benar harus dimanfaatkan oleh setiap pensiunpreneur dalam berbisnis. Pengalaman saya dalam membangun usaha tahun 2012, awalnya saya hanya memanfaatkan jaringan saya saja dikampus, tempat bekerja dulu. Tapi, lambat sekali karena rupanya yang harus dibangun secara bersamaan dengan bisnis adalah jejaring yang didapatkan dari komunitas. Bergabunglah saya dengan dua komunitas terbesar dan saya menemukan peluang yang relevan dengan bisnis saya dimana melalui komunitas itu saya dapat berhubungan dengan pemerintah, perusahaan, perbankan dan bahkan media.

Alhamdulillah, sampai saat ini, saya merasakan manfaat yang luar biasa dari keikutsertaan saya di komunitas. Syaratnya, punya konsep diri yang kuat tentang diri, bisnis dan juga keikutsertaan di komunitas berbasis tujuan yang relevan dengan bisnis saya. Kedua, membangun core competency saya karena berhubungan dengan apa yang dapat dikontribusikan kepada komunitas. Inilah yang ketiga, dalam konteks bagaimana aktif di komunitas sehingga anggota yang lain merasakan keberadaan saya. Keempat, tidak hitung-hitungan dalam berkontribusi kepada komunitas. Kelima, menjaga nilai-nilai diri dan berani berkata tidak kalau tidak sesuai dengan nilai pribadi.

Inilah inspirasi yang didapat dari seorang Syarif dan sejatinya, seorang pensiunpreneur bisa mengoptimasi komunitas untuk bisnisnya.
Lalu, masih takut memilih untuk jadi pensiunpreneur sukses? Waktunya sekarang memutuskan untuk menjadi seorang pensiun preneur sukses. Ingat…….., NOW OR NEVER…..


Share To:

meriza hendri

Post A Comment: