Hati-hati menjadi seorang leader dalam memimpin organisasi atau perusahaanya bagi para entrepreneur. Apalagi harus memimpin banyak orang sebagai bawahan yang jelas mereka memiliki persepsi, motivasi, learning, personality serta attitude yang berbeda-beda. Ini adala suatu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri oleh para entrepreneur dalam menjalankan bisnis. Pada dasarnya, mereka memang harus bekerja dengan dan melalui orang lain agar bisa menjalankan perusahaan mencapai tujuan.


Dalam menjalankan peranan sebagai seorang leader tadi, seringkali entrepreneur dihadapkan kepada conflict of interest yang serhingkali akan berdampak kepada bagiamana kualitas kepemimpinan yang ditampilkan dalam perusahaan. Dampaknya akan luar biasa bagi organisasi untuk jangka panjang dan bahkan akan merugikan perusahaan bila tidak diselesaikan dalam jangka waktu yang cepat.


Salah satu contoh dari kondisi ini adalah bagaimana seorang teman entrepreneur yang terjebak dengan kondisi ini. Padahal beliau memiliki produk dan bisnis yang luar biasa bagus dan juga tim yang cukup baik. Bila hal ini bisa dikelola dengan efektif dan efisien, akan memberikan kontribusi yang sangat baik dalam pencapaian setiap tujuan bisnis mereka. potensi yang tidak boleh disia-siakan oleh para entrepreneur.


Namun demikian, apa yang terjadi? Teman saya terjebak dengan konsep ini. berantakan semua apa yang menjadi proses inti dalam perusahaan yang beliau bangun susah payah. Semuanya terkesan liar dan tidak teratur. Karyawan seenaknya saja bekerja dan tidak mendengar apa yang disampaikan oleh pemimpin. Bahkan mereka mengacuhkan apa yang ditugaskan oleh teman saya.


Inilah yang dimaksud tadi bagaimana terjadi conflict of interest dalam diri seorang entrepeneur. Conflict of interest secara sederhana adalah bagaimana terjadi pertentangan dalam diri seorang enterpeneur yang merupakan leader terhadap satu hal. Pertentangan ini berdampak kepada setiap keputusan yang harus dibuat sehingga terjadi subjektivitas dalam membuat keputusan yang berhubungan dengan organisasi atau perusahaan.


Ini perlu menjadi perhatian entrepreneur dalam memimpin. Jangan terjebak dengan apa yang terjadi pada aspek conflict of interest. Fatal dampaknya bagi perusahaan. demikian juga dampak bagi diri sendiri. Orang tidak akan menghargai entrepreneur, baik secara internal maupun eksternal. Jangan terjebak dengan kondisi ini agar berhasil dalam memimpin perusahaan.


Oleh karena itu, entrepreneur perlu menjaga sampai terjadi conflict of interest dalam perusahaan. contohnya adalah adanya kepntingan lain dari seorang entrepreneur terhadap suatu project. Atau masih menggabungkan antara uang rumah tangga dengan uang bisnis para entrepreneur. demikian juga saudara atau keluarga yang dimasukkan kedalam perusahaan etnrepreneur tersebut.


Hal ini akan berdampak kepada konflik kepentingan entrepreneur tersebut dalam memimpin perusahaan atau organisasi. Jelas tidak akan bisa objektif dalam membuat keputusan. Akan ada pertimbangan-pertimbangan pribadi yang mempengaruhi keputusan entrepreneur. Kalau sudah seperti ini, masalah besar akan terjadi dalam perusahaan seperti yang sudah disampaikan di atas.


Tegas dengan bisnis yang dipilih. Profesional dalam mengelola perusahaan dan tidak ada toleransi terhadap masalah yang terjadi diperusahaan. Reward dan punishment harus ditegakkan untuk membuat setiap orang dalam perusahaan merasakan bahwa memang perusahaan mereka tempat bekerja sangat concern dengan yang namanya profesional. Tidak ada pengecualian untuk itu. InsyaAllah, entrepreneur akan terlepas dari konflik kepentingan dalam memimpin perusahaan atau bisnis mereka. sukses buat kita semua.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: