Sekarang ini sedang heboh-hebohnya kita mendengar berita mengenai vaksin palsu yang beredar dan digunakan untuk melakukan vaksinasi para balita di beberapa daerah di Indonesia. Berita tersebut semakin merebak dengan diberitakannya dugaan keterlibatan oknum pada belasan fasilitas kesehatan, sehingga situasi semakin ‘memanas’ dengan adanya beberapa tuntutan dan demo para orang tua yang merasa anaknya dirugikan. Bila kondisi ini tidak di tangani secara cepat dan tepat, tentunya akan berkembang kepada suatu kondisi krisis dalam dunia kesehatan di Indonesia, dan dapat merugikan semua pihak.


Bagaimana tinjauan dari perspektif entrepreneurship ? Apa itu krisis ? Salah satu definisi krisis, bahwa krisis adalah suatu goncangan dari serangkaian peristiwa penyimpangan yang terabaikan, sehingga akhirnya sistem menjadi tidak berdaya lagi. Krisis ini biasanya bersumber pada disfungsionalisasi sistem dan kelalaian dalam suatu perusahaan atau organisasi.


Dampak dari krisis adalah suatu situasi  yang menjadi malapetaka dan dapat merugikan organisasi itu sendiri maupun komunitas sekitar. Dengan adanya krisis dapat meresahkan masyarakat sekitar, bahkan secara tidak langsung dapat mengancam citra organisasi. Dampak lain dari krisis adalah kehilangan kepercayaan dan buruknya reputasi organisasi di mata masyarakat.


Bagaimana tahapan terjadinya krisis ? Kita ambil contoh jika ada sebuah perusahaan makanan yang keuntungannya menurun drastis karena persaingan dengan adanya issue penggunaan bahan berbahaya. Maka akan ada 4 tahapan krisis umumnya yaitu tahap prodromal, yaitu munculnya tanda-tanda awal misalkan mulai berkurangnya angka penjualan, kemudian tahap akut yaitu mulai adanya kerusakan atau gangguan terhadap image produk dengan munculnya pemberitaan ,


Berikutnya tahap kronis yaitu kondisi kerusakan menjadi lebih parah dengan turunnya angka penjualan secara significant , dan terakhir tahap resolusi yang ditandai dengan berakhirnya krisis dimana perusahaan atau organisasi yang bersangkutan akan bangkit kembali seperti sedia kala setelah melalui proses perbaikan dan pemulihan  sistem produksi, pelayanan jasa, strukturalisasi manajemen dan operasionalisasi. Setelah itu pemulihan citra (image recovery) dan mengangkat nama perusahaan dimata khalayak dan masyarakat luas lainnya.


Seorang entrepreneur perlu memahami tanda-tanda awal suatu potensi krisis untuk pencegahan krisis, dan kalaupun terjadi krisis, seorang entrepreneur perlu memahami strategi penanganannya dengan cepat dan tepat.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: