Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu keunggulan yang dimiliki oleh setiap karyawan yang akan memilih menjadi pensiunpreneur adalah pengalaman bekerja di perusahaan orang lain. Sekali lagi, pengalaman ini bisa menjadi intangible asset yang pastinya akan bisa dirubah menjadi uang yang menguntungkan sesuai dengan tujuan bisnis itu sendiri yaitu profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar dalam jangka panjang.

Bentuk apa pak Meriza?” tanya salah seorang peserta sharing Pensiunpreneur, siapa takut? (PPST). Bentuknya adalah reputasi yang dimiliki oleh perusahaan tempat bekerja yang pastinya sudah dimiliki oleh para manajemen perusahaan tersebut. Sebagai contoh, karyawan PT Telkom Indonesia Tbk, yang reputasinya sudah dikenal baik oleh masyarakat. Demikian juga dengan PT INTI, PT KAI, Bank BNI dan lain-lain.

Sejatinya, seorang karyawan harus melihat ini sebagai sebuah asset yang bisa menjadi modal yang paling besar buat mereka ketika memutuskan menjadi seorang pensiunpreneur. Reputasi tempat bekerja dulu adalah asset yang sangat berharga, apalagi dalam membuka relasi dengan supplier, distributor bahkan juga dengan konsumen. Ini harus menjadi perhatian setiap calon pensiunpreneur.

Oleh karena itu, sudah waktunya karyawan menganalisis reputasi perusahaan mereka di stakeholders bisnis. bagaimana persepsi preusahaan dibenak stakeholders. Caranya? Lihat saja bagaimana liputan media pada perusahaan tersebut. Selain itu, bagaimaan persepsi stakeholders terhadap manajemen dan produk perusahaan tempat bekerja. Inilah yang harus dilakukan oleh calon pensiunpreneur.

Selanjutnya, kembali lagi melakukan assessment terhadap diri yang akan mengarahkan para calon pensiunpreneur pada bisnsi yang sesuai dengan talent, knowledge, skill, attitude serta morale yang akan menentukan percepatan bisnis yang akan dijalankan oleh para pensiunpreneur. Diharapkan, bisnis yang dpilih juga memiliki irisan dengan reputasi perusahaan yang sudah menjadi tempat bekerja para calon pensiunpreneur.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana memenuni dan bahkan mendekati kualitas produk dan manajemen serta perusahaan yang mendekati reputasi perusahaan tadi. Kenapa demikian? Karena itu adalah sebuah janji yang sudah melekat pada diri para calon pensiunpreneur. Minimal, dengan produk yang berkualitas dapat memenuhi ekspektasi atau harapan steakholders kepada para pensiunpreneur.

So, masih takut memilih untuk jadi pensiun preneur sukses? Waktunya sekarang memutuskan keluar dari perusahaan dan memilih untuk menjadi seorang pensiun preneur sukses. Ingat…….., NOW OR NEVER…..

PPST: Pensiunpreneur Siapa Takut

Tulisan ada di www.strategidanbisnis.com
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: