"Pak, kok tim saya akhir-akhir ini terlihat tidak disiplin dan seringkali mengabaikan aturan-aturan yang ada dalam perusahaan. Padahal di awal saya sudah menjelaskan kepada mereka bagaimana aturan yang ada di perusahaan dan berharap mereka akan bisa mengikutinya agar kinerjanya baik”... inilah pertanyaan yang disampaikan oleh salah seorang binaan.


Rasanya, pertanyaan ini juga ada dibenak setiap entrepreneur yang akan terus menumbuhkembangkan bisnis mereka dari skala mikro, kecil, menengah dan besar serta berjangka panjang. Kenapa demikian? Karena jelas, bisnis itu adalah organisasi dimana terdiri dari lebih dari satu orang yang memiliki tujuan yang sama untuk dicapai secara efektif dan efisien dan dalam hal ini, tujuannya jelas bagaimana organisasi mereka itu bisa memberikan profit, people, planet, sustainability selain tumbuh dan berkembang yang sudah disampaikan di atas.


Orang ini tidak hanya ada di internal perusahaan saja, tetapi juga dari luar perusahaan. Akan tetapi, dalam konteks perusahaan dan manajemen, jelas difokuskan kepada karyawan yang merupakan asset perusahaan. Disinilah peran dari manajemen karena pada hakekatnya manajemen itu adalah bekerja dengan dan melalui orang lain untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.





Jalankan peran sebagai figurehead


Saya selalu menyampaikan bahwa para entepreneur itu harus menjadi seorang manajer sukses dalam mengelola seluruh sumber daya (resources) mereka agar tujuan yang sudah ditetapkan bisa dicapai. Salah satunya adalah man atau karyawan dari perusahaan tersebut.


Menjalankan peran sebagai figurehead adalah bagaimana setiap entrepeneur harus menjadi contoh atau tauladan bagi karyawan mereka. Jelas bahwa karyawan itu juga memiliki akal fikiran untuk menjalankan seluruh apa yang dimintakan kepada mereka. Mereka berfikir tentang apa manfaatnya bagi mereka dan juga perusahaan. Kemudian, ada satu hal yang seringkali sangat berpengaruh adalah persepsi mereka terhadap aturan itu sendiri.


Persepsi dari karyawan inilah yang mempengaruhi mereka untuk mengikuti ataupun tidak mengikuti aturan-aturan yang ada. Berdasarkan pengamatan, ketidakmauan karyawan mengikuti aturan tersebut bukan berarti mereka menolak, karena ada satu hal yang mendasar sekali ada di benak mereka yaitu persepsi itu sendiri.


Persepsi dipengaruhi oleh dua hal yaitu knowledge dan experience yang didapatkan oleh mereka dalam perusahaan itu sendiri. Kedua hal ini akan mempengaruhi sikap para karyawan. Disinilah peran sebagai contoh/figurehead dari seorang manajer sangat penting untuk memberikan pengetahuan kepada mereka. Edukasi tentang peraturan harus diberikan secara berulang-ulang kepada karyawan sehingga mereka bisa mengetahui, memahami, menghayati serta menjalankan setiap peraturan yang ada dalam perusahaan tersebut.


Selain itu, pengalaman lebih mempengaruhi daripada knowledge itu sendiri. Bahkan statement pengalaman itu berdampak luar biasa bagi para karyawan karena melalui pengalaman ini, para karyawan dapat melihat (see), mendengar (hear), merasakan (feel), mencicipi (taste) bahkan mencium (smell).


Hal ini dapat diterjemahkan bahwa para karyawan akan selalu melihat setiap keputusan, kebijakan, strategi dan bahkan yang paling lekat dengan para karyawan adalah sikap, tindakan serta ucapan para manajer dalam menjalankan setiap aktivitas di perusahaan tersebut. Oleh karena itu, para manajer diharapkan bisa menjaga setiap tindakan dan ucapan mereka dalam memimpin perusahaan. Kesesuaian antara ucapan dan tindakan adalah hal yang mendasar bagi para entrepreneur untuk menjalankan peraturan yang ada dalam perusahaan itu sendiri.


Jadi, pada dasarnya, setiap entrepreneur dalam menjalankan peran sebagai figurehead harus bisa menjaga kesesuaian antara ucapan dengan tindakan yang dalam hal ini adalah aturan-aturan yang pada hakekatnya berasal dari para entrepreneur itu sendiri agar karyawan dapat melihat, mendengar dan merasakan bahwa owner nya juga menjalankan apa yang mereka ucapkan. Sukses buat kita semua hari ini...
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: