Ada satu hal yang sangat mendasar  yang diberikan oleh Achmad Avif, seorang pensiunpreneur dengan bisnis kuliner dengan nama Raja Rawon ketika menjadi narasumber dalam program Pensiunpreneur Siapa Takut yang sudah tayang di bandung TV dan www.strabiztv.com beberapa waktu lalu dan saya ulas dalam program yang sama. Apa itu? Basisnya adalah necessity based atau kata orang karena kebutuhan alias kepepet. 

Dalam konteks Integraed Succesful Pensiunpreneur Model yang saya kembangkan di STRABIZ Management Bandung, memang terlihat bagaimana seorang entrepreneur itu harus menemukan talent atau bakat yang dapat menjadi fondasi untuk pilihan bisnisnya. Secara mendasar talent itu bakat yang dimiliki oleh setiap karyawan yang ingin menjadi seorang pensiunpreneur. Necessity based atau kebutuhan yang seringkali di sebut dalam bahasa sunda sebagai “bakating kubutuh” yang secara umum semoga saya tidak salah diartikan bagaimana seorang karyawan untuk menjadi seorang pensiunpreneur dikarenakan oleh sangat butuh terhadap bisnis yang akan dijalankan. 

Kenapa demikian? Karena hal ini harus benar-benar menjadi dasar untuk berbisnis ketika mereka sudah tidak mendapatkan gaji lagi sebagai seorang karyawan yang seharusnya diganti dengan gaji yang didapatkan dengan berbisnis. Dalam hal ini, setiap pensiunpreneur harus mendapatkan gaji dari perusahaan yang dibangunnya sehingga dapat mengganti gaji tersebut. 

Hal ini juga mendasari avif dalam membangun bisnis Raja Rawon. Adanya kebutuhan untuk merubah kehidupan dengan berbisnis. “Saya resign dari perusahaan lama karena tuntutan keluarga untuk semakin dekat dengan keluarga dan meningkatkan kondisi ekonomi saya”: kata Avif. Hal ini mencerminkan bagaimana avif menjadi seorang pensiunpreneur dengan basis untuk menjadi lebih baik dalam kehidupan keluarga dan juga secara ekonomi.

Sejatinya, seorang karyawan yang akan menjadi seorang pensiunpreneur harus memiliki motivasi yang jelas dan kuat tentang kenapa dan untuk apa mereka menjadi seorang pensiunpreneur dan yang paling penting adalah kebutuhan untuk mengganti gaji yang sudah tidak didapatkan lagi dari perusahaan dulu.

Lalu, masih takut memilih untuk jadi pensiunpreneur sukses? Waktunya sekarang memutuskan untuk menjadi seorang pensiun preneur sukses. Ingat…….., NOW OR NEVER…..

Pensiunpreneur Siapa Takut

Tulisan ada di www.strategidanbisnis.com
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: