Menjadi seorang pensiunpreneur adalah pilihan yang tidak mudah bagi karyawan yang notabene sudah hidup dalam kondisi yang nyaman alias comfort zone selama belasan tahun dan bahkan puluhan tahun. kecuali anak muda yang baru bekerja beberapa tahun tahun benar-benar ingin menjadi seorang pensiunpreneur seperti yang sedang terjadi pada saat ini dimana banyak professional muda yang resign dari tempat kerja dan ingin menjadi seorang pebisnis.

Saya memiliki pengalaman yang tidak enak ketika menjadi seorang pensiunpreneur sejak tahun 2005, setelah lulus selesai S2 Magister Management waktu itu dan ada tawaran untuk bekerja tetapi saya tolak karena ingin memulai bisnis. bersama tema-teman waktu itu membangu Tour and Travel dan dalam duat tahun berkembang, tetapi, tidak sesuai dengan potensi diri, malah bangkrut dan meninggalkan hutang yang luar biasa dan sampai berhubungan dengan pihak berwajib. 

Demikian juga bisnis ikan bawal, bisnis benang sutera, bisnis cafĂ© sampai dengan bisnis jual beli mobil yang pernah saya jalani sebelu menemukan bisnis  yang sesuai dengan potensi diri. Semuanya rugi dan bahkan meninggalkan banyak hutang. Disinilah pelajaran yang luar biasa bagi saya dan semoga memberikan inspirasi bagi teman-teman karyawan yang ingin menjadi seorang pensiunpreneur yaitu jangan asal jalani saja karena hanya melihat peluang dari pasar tanpa melakukan analisis terhadap potensi diri. 

Memang ada statement yang penting jalani saja dulu.. tapi ingat, bisnis bukan untuk coba-coba dalam artian usahakan bisnis yang dijalankan benar-benar diperhitungkan dengan matang bagi para calon pensiunpreneur. Menggali potensi diri adalah langkah awal yang paling penting ditengah keterbatasan waktu, tenaga, pikiran sampai dengan uang karena berhubungan dengan uang pensiun yang secara hitung-hitungan matematis tidak akan bertambah signifikan dan bahkan kurang untuk keperluan sehari-hari. 

Dalam konteks INTEGRATED SUCCESSFUL PENSIUNPRENEUR MODEL (ISP Model) sejatinya seorang calon pensiunpreneur melakukan analisis potensi bisnis berdasarkan tiga hal yaitu dari orang tua yaitu bagi yang orang tuanya berbisnis, berarti memiiki DNA seorang pebisnis dan potensinya adalah bisa mengembangkan bisnis orang tua. Potensi kedua adalah dari lingkungan pekerjaan dan rumah tangga dan ketiga adalah potensi dari pendidikan. Inilah yang saya analisis dengan menggunakan alat yang saya buat untuk menganalisis potensi diri setiap calon pensiun sehingga ditemukan pilihan bisnis yang tepat bagi setiap calon pensiunpreneur. 
00.
+
Lalu, masih takut memilih untuk jadi pensiunpreneur sukses? Waktunya sekarang memutuskan untuk menjadi seorang pensiun preneur sukses. Ingat…….., NOW OR NEVER…..
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: