Menjadi salah satu binaan perusahaan BUMN adalah sangat penting dan bersifat stratejik buat entrepreneur dalam rangka mencapai tujuan perusahaan yang sudah ditetapkan yaitu profit, people, planet, sustainability serta bisnis yang tumuh dan berkembang dari skala mikro, kecil dan menengah minimal dalam dimensi waktu 10 tahun kedepan. Hal ini adalah tujuan yang hendak dicapai oleh para entrepreneur. 


Beberapa teman saya yang menjadi binaan BUMN memiliki competitive advantage atau keunggulan bersaing dalam bisnis yang mereka jalankan. Luar biasa manfaat yang didapat oleh teman-teman tersebut dimana bisnis mereka lebih terarah, lebih terukur dan bisa memiliki jaringan atau networking yang lebih luas dan dapat meningkatkan skala bisnis mereka. sangat senang juga melihat teman-teman yang bisa mengembangkan bisnis tersebut. 


Padahal, pembuatan bisnis tersebut bersamaan dengan teman yang lainnya, akan tetapi, bisnis mereka belum sebesar bisnis teman-teman yang mendapatkan kesempatan dibina oleh BUMN dengan program PKBL atau program kemitraan dan bina lingkungan. BUMN memiliki program pembinaan kepada entrepreneur yang memiliki bisnis dengan skala bisnis yang mikrok, kecil dan menengah. Mereka memang membutuhkan pinjaman untuk menjalankan dan mengembangan bisnis yang sudah dijalankan. 


Program-program yang ditawarkan oleh BUMN itu tidak hanya berhubungan dengan pinjaman dana bagi entrepreneur akan tetapi juga berhubungan dengan pembinaan berupa pelatihan, membawa mereka ikut pameran=pameran bisnis dan lain-lain. Ini penting karena masalah utama bagi seorang entrepreneur selain uang adalah bagaimana mendapatkan pembinaan dari BUMN dan para ahli yang menjadi konsultan bagi para BUMN.


Oleh karena itu, untuk menjadi binaan BUMN tersebut, seorang entrepreneur harus benar-benar mempersiapkan diri terlebih dahulu karena berhubungan dengan komitmen dari setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis mereka. Perlu dicatat bahwa BUMN juga memiliki kepentingan kepada para entrepreneur dalam menjalanakn bisnis. BUMN juga menjalankan peranan untuk mengembangkan lingkungan sosial mereka. Termasuk masyarakat yang nota bene adalah rakyat Indonesia dan menjadi salah satu stakeholder BUMN.


Pertama, entrepreneur harus memiliki konsep yang jelas dengan bisnis yang dijalankan. Konsep yang jelas akan memberikan gambaran kepada BUMN untuk dibawa kemana bisnis  mereka tersebut. Jelas untuk entrepreneur harus memperhatikan ini. Apalagi kalau entrepreneur harus bisa memberikan kontribusi yang  positif terhadap bisnis BUMN itu sendiri. Adanya sinergi antara BUMN dengan entrepreneur akan semakin memperkuat positioning entrepeneur di mata BUMN-BUMN yang akan memberikan dana PKBL mereka. 


Kedua, adalah pengetahuan entrepreneur terhadap bisnis dan manajemen yang digunakan dalam perusahaan entrepreneur. Knowledge tentang entrepreneurship itu sendiri dan juga bisnis serta manajemen sangat diperlukan oleh BUMN untuk melihat bagaimana kapabilitas entrepreneur dalam menjalankan bisnis yang mereka pilih. Oleh karena itu, entrepreneur harus terus belajar untuk mengembangkan pengetahuan. 


Ketiga, skill yang dimilki oleh entrepreneur sehubungan dengan bisnis tersebut. Skill ini relevan dengan kemampuan setiap entrepreneur dalam menjalankan bisnis. Perlu dipahami bahwa entepreneur dituntut untuk bisa menjalankan bisnis sesuia dengan keterampilan yang disyaratkan oleh bisnis itu sendiri. Yang keempat adalah attitude para entrepreneur dalam menjalankan bisnis. Sikap ini penting dan sangat berpengaruh kepada bisnis yang dijalankan, agar bisa tumbuh dan berkembang saat ini dan yang akan datang. Sikap yang positif akan menjadi pertimbangan BUMN untuk memberikan dana PKBL mereka. 


Kelima, barulah aspek-aspek yang berhubungan dengan pinjaman yaitu character, capital, collateral, capacity dan condition yang biasa diperlakukan oleh perbankan dalam memberikan kredit kepada nasabah. Inilah yang harus dipersiapkan oleh entrepreneur untuk menjadi binaan BUMN dalam kerangka PKBL. . 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: