Selamat malam.
Pak Meriza, terima kasih atas program belbiz yang banyak memberikan informasi kepada saya tentang ilmu bisnis dan manajemen. O iya Pak, saya memperhatikan ada berita yang sedang panas-panasnya yang berhubungan dengan bihun bikini Remas Aku. Bagaimana pendapat Bapak-bapak tentang hal ini karena disatu sisi, kan menjadi viral dan bahasan di banyak orang, akan tetapi, bagaimana tanggapan orang yang kurang setuju. Terima kasih atas tanggapan Bapak.


Hermanto, ciganitri
Selamat Malam Pak Hermanto,
Terima kasih atas pertanyaan yang bapak sampaikan dan sangat luar biasa karena berhubungan dengan bagaimana sebuah bisnis yang disampaikan dengan wah kepada konsumen, akan tetapi, tanggapan pemirsa tidak semuanya positif.
Sebagai seorang entrepreneur, pada awalnya ini adalah sesuatu yang sangat penting untuk dipahami karena adanya kreativitas yang sangat tinggi dari para entrepreneur terhadap produk yang mereka kembangkan. Kreativitas dalam konteks mengembangkan ide-ide untuk menawarkan sebuah produk dan bahkan mengkomunikasikan produk. Akan tetapi, seringkali ide-ide saja tidak cukup karena seharusnya sampai kepada inovasi yaitu bagaimana ide-ide tersebut diterima oleh pasar. inilah yang disebut dengan inovasi karena seorang entrepreneur sejatinya harus sampai kepada inovasi.
Kembali ke kasus Mie Bikini Remas aku dengan desain kemasan yang terlihat mengarah ke pornografi,  jelas ini harus diperhatikan oleh setiap entrepreneur, tentang bagaimana tanggapan masyarakat. Apakah bertentangan dengan etika yang berlaku dimasyarakat? Keliatannya, hal ini kurang diperhatikan oleh entrepreneur yang memproduksi produk ini sehingga terjadi perdebatan di masyarakat. Hal ini menandakan bagaimana respon pasar yang kurang baik.

Dalam konteks ini, seharusnya entrepreneur juga fokus memperhatikan etika bisnis yang termasuk juga nilai-nilai yang berlaku di masyarakat sehingga bisa diterima oleh pasar. tentu entrepreneur berharap produknya akan panjang usianya, dan kalau sudah begini, ketika sudah banyak penolakan dari masyarakat, akan mempersulit bagi produknya untuk berkembang.  Oleh karena itu, entrepreneur harus berhati-hati dengan produk dan brand ketika disampaikan ke pasar. sukses terus ya Pak Hermanto. 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: