Marketplace yang tumbuh subur di tanah air amat menjanjikan keuntungan, sehingga banyak pebisnis baru bermunculan dan melirik model bisnis ini. Ya, waktu belum banyak pemain, keuntungan yang didapat amat menjanjikan, namun seiring banyaknya pesaing keuntungan yang didapat bisa dibilang tipis.


Tingkat persaingan yang tinggi membuat pebisnis marketplace memutar otak untuk mendapatkan keuntungan lebih dibanding para pesaingnya. Segala cara diintensifkan mulai dari menyisipkan kualitas gambar barang yang real dan menarik, deskripsi barang yang jelas dan persuasif, memantau lapak secara berkala, aktif di sosial media, sampai menjual barang yang tidak ada di dalam negeri tapi ramai peminat.


Membeli barang dari luar negeri untuk dijadikan stok dagangan cenderung lebih murah bila membelinya dalam partai besar. Karena itulah margin keuntungan didapat bisa lebih besar, ditambah lagi habit pembeli dalam negeri yang lebih memilih bertransaksi dengan pedagang dalam negeri walaupun berharga lebih mahal, daripada harus menunggu waktu pesan dan antar yang cukup lama dari pedagang luar negeri.


Agar makin "dobel" untung selalu perhatikan transaksi valuta asing di negara penjual bersangkutan. Pastikan transaksi valas berjalan lancar dan ketahui kurs saat itu juga dengan teliti dan benar agar mendapatkan harga paling kompetitif. Hal itu juga berlaku kepada pelanggan dari luar negeri.


Sistem kurs real time akan memberikan keuntungan karena dapat mengikuti fluktuasi nilai tukar valas sesuai dengan pergerakan pasar. Jelas, kurs jenis ini sangat tepat digunakan oleh para pebisnis untuk meraup keuntungan optimal. Karena, selain mendapatkan keuntungan dari pembelian dan penjualan barang.

Share To:

meriza hendri

Post A Comment: