Assalamualaikum


Perkenalkan diri saya, nama saya adalah Iyan dan memiliki bisnis yang sudah dijalankan selama dua tahun di bidang agribisnis. Banyak hal yang sudah saya lakukan terhadap bisnis ini Coach. Mulai mendesain, membuat perencanaan sampai dengan menjalankannya. Semua sudah saya lakukan pak, tahap-tahap dalam manajemen seperti yang pernah Coach tulis di rubrik ini. 


Planning, Organizing, Actuating dan Controlling atau yang sering Coach sebut dengan POAC. Tetapi, ada satu hal yang mengganjal di hati yaitu saya merasa, bisnis yang saya jalankan terkesan berjalan di tempat. Hal ini terlihat dari revenue yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan. Padahal sudah berusaha sebaik mungkin. 


Belum lagi bagaimana masalah-masalah yang berhubungan dengan keuangan, pemasaran, proses bisnis dan juga sumber daya manusia. Fakta yang saya dapatkan adalah semakin banyak masalah dan semakin menumpuk. Saya menjadi bingung dengan kondisi sekarang ini. Oleh karena itu, saya butuh saran untuk kegiatan bisnis ini. Apakah salah manajemen yang saya gunakan? Terima kasih atas sharing dan jawaban dari Coach. 


Wassalam 


Iyan,  


Soreang, Kabupaten Bandung





Wassalamualaikum Kang Iyan


Alhamdulillah saya mengucapkan atas manfaat yang sudah akang dapatkan dari rubrik tanya jawab ini yang kami kelola bersama koran Bisnis Bandung dan GIMB Foundation. POAC yang pernah dibahas dalam rubrik ini memang digunakan untuk manajemen bisnis yang akang jalankan. Hal ini penting untuk membuat bisnis sukses yang kami definisikan bagaimana bisnis tersebut mencapai profit, people dan planet serta sustainability


Membaca pertanyaan kang Iyan, saya merasa apa yang sudah dijalankan tersebut sudah benar, dari perencanaan, pengorganisasian, menjalankan dan juga melakukan kontrol. Akan tetapi, ada hal lain yang harus dipahami dan dihayati serta dijalankan dalam bisnis akang. Apa itu? Adanya perbaikan terus menerus atau yang lebih dikenal dengan KAIZEN atau continues improvement dalam aktivitas manajemen tersebut. Bagaimana implementasinyas?


Tidak cukup dengan hanya menjalankan POAC saja. Akan tetapi, harus ada tindak lanjut atas controlling dalam POAC tersebut. Oleh karena itu, perlu melakukan PDCA atau Plan, Do, Check, Action. Atau bagaimana kita melakukan perencanaan, menjalankan, mengecek dan melakukan perbaikan berupa action.


Inilah yang perlu kang Iyan perhatikan untuk menjawab permasalahan dalam bisnis tersebut. Jangan lagi hanya sampai melakukan controlling kemudian memulai perencanaan dengan kurang memperhatikan hasil kontrol tersebut. Hal inilah yang seringkali saya temukan dibanyak entrepreneurdalam menjalankan bisnis mereka. Dampaknya adalah tidak adanya kesinambungan dalam kegiatan manajemen. 


Oleh karena itu, kang Iyan perlu memahami, menghayati dan menggunakan konsep ini dalam manajemennya. Saya sudah menerapkan konsep ini dalam bisnis yang saya jalankan dan Alhamdulillah, sudah memberikan hasil yang signifikan bagi bisnis saya. Pencapaian tujuan menjadi semakin dekat. Semoga PDCA akan bisa memberikan kontribusi kepada bisnis akang. Sukses ya....
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: