Inilah pelajaran yang paling penting sehubungan dengan penerapan manajemen dalam perusahaan atau bisnis para entrepeneur. Kemaren pagi, ada satu kejadian yang sebenarnya tidak enak, akan tetapi, harus diambil dengan penegakan image tentang seorang manajer dalam bisnis. Keputusan yang bagi sebagian orang tidak bersifat populis karena kurang disenangi oleh banyak orang.

Akan tetapi, sebagai seorang manajer perlu mengambil keputusan seperti itu. Keberanian membuat keputusan agar setiap orang bisa disiplin dengan apa yang sudah disepakati menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai apa yang sudah direncanakan di awal setiap kegiatan bisnis oleh para owner, entrepreneur ataupun manajer.

Kemaren, harus membuat para bawahan membayar setiap kelalaian yang mereka buat sehingga ada cost yang harus mereka bayar. Inilah yang dimaksud dengan keputusan yang tidak populer. Pada awalnya, dia meminta untuk diberikan kebijakan untuk mengurangi hukuman yang harus dilakukan berupa pengurangan coklat yang harus dibawa karena kekurangan uang yang ada disaku beliau.

Sebagai seorang dosen yang harus mendidik mereka dan menjalankan peran sebagai seorang manajer dengan memberikan contoh yang seharusnya diberikan oleh para manajer, tetap bertahan agar beliau memenuhi kewajiban membawa coklat yang sudah ditetapkan sebagai ganti bila tidak disiplin mengerjakan tugas. Terpaksalah beliau membeli coklat dengan berhutang kepada teman-teman nya dikampus.

Berat memang untuk konsisten dalam menegakkan disiplin dimata bawahan. Disilin yang seharusnya menjadi kunci untuk mencapai kesuksesan tidak bisa ditawar-tawar lagi oleh siapapun apalgi para entrepreneur yang menjalankan peran sebagai seorang manajer dalam bisnis mereka. ksalahan banyak orang adalah ketika mereka mulai memberikan toleransi kepada bawahan untuk melakukan tindakan yang tidak bisa ditolelir sebenarnya jika melihat syarat untuk bisa sukses dalam bisnis.

Untuk menerapkan disilin kepada para bawahan, entrepreneur yang menjalankan peran sebagai seorang manajer harus memperhatikan beberapa hal yang paling umum dibahas oleh banyak orang. Akan tetapi, bisa juga dilihat dari aspek pengalaman yang dilakukan oleh para entrepeneur dalam berbisnis.

Pertama adalah memperhatikan tujuan dari pada disiplin itu sendiri. Tujuan menjadi awal yang perlu diperhatikan oleh para manajer karena harus mempertanyakan apa tujuan yang hendak dicapai oleh setiap manajer dan anggota atau bawahan ketika akan menerapkan disiplin itu sendiri. tujuan yang SMART harus ditetapkan terlebih dahulu. Usahakan tujuan tersebut bisa memberikan value bagi diri sendiri dan juga bagi organisasi atau kelompok dimana setiap orang berada didalamnya.

Kedua adalah menetapkan aturan main dalam setiap disiplin tersebut. aturan main ini akan menjadi acuan dalam berdisiplin dan tidak bisa dianggap main-main karena akan menentukan keberhasilan dalam pelaksanaan kedisiplinan tersebut. banyak orang yang tidak paham dengan aturan main ini sehingga berpersepsi masing-masing.

Ketiga, menerapkan reward dan punishment dalam setiap aspek disiplin yang akan diterapkan oleh para entrepeneur dan manajer. Hal ini penting untuk memberikan gambaran berupa benefit bila menerapkan disiplin dan cost yang harus dikeluarkan bila tidak disiplin dalam perusahaan atau organisasi tersebut. Konsep reward dan punishment harus benar-benar ditegakaan oleh para entrepreneur dan juga manajer.

Keempat, memberikan contoh kepada para bawahan bahwa entrepeneur juga selalu menegakkan disilin dalam bekerja. leading by example adalah hal yang wajib dilakukan oleh para entrepeneur agar bisa membaut seluruh anggota tim merasakan bahwa atasan mereka juga melakukan hal yang sama.


Kelima, menerapkan konsep objektif dalam memberikan reward dan punishment bagi bawahan karena ini penting untuk membuat pemahaman yang sama bagi setiap orang dalam tim. Jelas ini penting agar jelas setiap orang akan merasakan perlakuan yang adil dalam organisasi. Inilah yang perlu diperhatikan oleh setiap entrepreneur dalam menjalankan peran sebagai manajer untuk menjadi juara... salam juara...
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: