Layaknya pasangan yang sedang menjalin hubungan, dalam bisnis komunitas, selain menyiapkan infrastruktur bisnis, hubungan antar personal memiliki peran sangat penting. Ah masa sih bu, yang penting kan omzet, ujar salah seorang teman.  Menurut urairan Pak Meriza saat siaran di radio K Lite FM  hari Jumat yang lalu, bahwa dalam sebuah hubungan terdapat empat tahapan, yaitu honeymoon (pembentukan, storming (badai/konflik), norming (pembentukan norma) dan forming (stabil). Sebagai praktisi, teori tersebut sesuai dengan kondisi yang dialami di komunitas maupun kelompok-kelompok usaha bersama.


Menangani bisnis kelompok memang tidak mudah, karena masalahnya lebih kompleks. Masalah yang mincul, tidak hanya pada bisnis itu sendiri, tapi juga pada hubungan antar anggota kelompok serta dinkelompok itu sendiri. Ya, karena setiap kepala punya ide yang berbeda, dan semua orang umumnya ingin ide/tujuannya tercapai. Tidak sedikit komunitas yang sudah besar jumlah anggotanya menjadi hancur, tapi banyak juga yang kemudian kelompoknya menjadi sangat besar.


Dalam komunitas bisnis, salah tujuan berkomunitas adalah untuk peningkatanpendapatan anggot, sehingga, perlu sebuah kesepakatan dari pendiri mengenai aturan main komunitas. Umumnya pada awal pembentukan, atau saat honeymoon, baik inisiator/founder maupun anggota masih dalam tahap pengenalan. Ibarat pasangan yang baru menikah, sedang saling mempelajari karakter dan mencoba menyesuaikan diri. Jika saling bisa menerima, maka hubungan dapat semakin baik.

Tapi, tidak jarang pula terjadi badai. Dalam komunitas bisnis, badai yang umum terjadi adalah karena ada yang ingin mendominasi, ingin mengambil keuntungan pribadi, ada yang ingin berlari kencang disaat rekan-rekannya belum siap, atau komitment awal tidak sama antara satu dengan yang lain. Umumnya komunitas/kelompok bisnis dibangun untuk mendapatkan bantuan pemerintah. Maaf dengan berat hati saya sampaikan, supaya hal tersebut jangan dilakukan. Salah satu komunitas bisnis, baik kelompok maupun koperasi yang bertujuan memperoleh bantuan pemerintah, belum saya temu


kan yang sukses. Tapi, kelompok atau koperasi yang didirikan secara mandiri dengan berbagai keterbatasan dapat bertahan dalam menghadapi badai. Aturan main dan kesepakatan adalah salah satu bentuk strategi yang dapat digunakan untuk mengurangi konflik. Sehingga dalam satu komunitas, hanya yang satu visi dan tujuan lah yang dapat bersama.


Setelah menghadapi badai, komunitas akan memasuki tahap norming. Pada tahap ini, kelompok menjadi lebih stabil, karena sudah menemukan aturan main yang cocok untuk komunitas, dan bagi anggota baru pun harus mengikuti aturan main yang sudah ditetapkan. Terakhir adalah tahap forming. Pada tahap ini, komunitas akan lebih fokus pada pengembangan komunitas untuk menjadi lebih besar. Pada tahap ini, komunitas bisa fokus pada pengembangan bisnis dan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan ekspansi. 


Jadi, ulah rurusuhan, saur urang Sunda mah, atau jangan terburu-buru. Nikmati prosesnya, yang penting kompak dulu. Setelah kompak perusuh pun akan mental. Selalu ada free rider atau penumpang gelap yang ingin meraih keuntungan. Ingatlah tidak ada makan siang gratis, jadi tetap waspada. Setelah kompak, jangan terkejut kalau anda akan bertambah saudara yang selalu setia setiap saat. 
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: