“Menyenangkan, kreatif dan sangat terencana serta yang tidak kalah penting, sangat dekat dan menyayangi istri beliau” begitulah kesan pertama yang didapatkan ketika berkunjung kerumah Abah Heri, demikian beliau seringkali dipanggil  oleh anak didiknya, untuk program Pensiunpreneur, Siapa Takut? yang dibuat oleh STRABIZ Manajemen Bandung dan ditayangkan di Bandung TV. Menyenangkan karena memang bertemu dengan Abah Herry dan istri beliau yaitu Widaningsih, atau yang selalu dipanggil dengan Mak Ida, terasa sekali sikap ramah. Kreatif karena banyak saja yang dibuat bahasan bersama abah herry serta terencana dalam setiap kegiatan yang notabene ini adalah pengaruh dari pengetahuan dan pengalaman serta sikap beliau yang bekerja sebagai seorang karyawan di PT Dirgantara Indonesia sebelum memutuskan menjadi seorang pensiunpreneur pada tahun 2000 an.


Abah Herry memang seorang pensiunpreneur yang memilih bisnis yang berbeda atau tidak berhubungan dengan pekerjaan beliau sebelumnya di PT DI dengan jabatan terakhir sebagai Supervisor Manufacturing Planning C212 dan sebelumnya sebagai Planner di Manufacturing Planning di CN 235 dan Planner speciment Test N250. Pengetahuan dan pengalaman Abah Herry selama 13 tahun memang sudah menjadi sebuah modal yang luar biasa atau yang seringkali disebut sebagai intangible asset untuk menjalankan bisnis dalam konteks menjadi seorang pensiunpreneur sukses.


Abah Herry berkeyakinan bahwa bisnis yang dijalankan meskipun tidak sesuai dengan bidang pekerjaan dulu, akan tetap bisa memberikan rejeki karena Allah SWT yang memberikan rejeki. Itu adalah kalimat yang disampaikan abah Herry dan pastinya mendapatkan dukungan dari Istri. “Saya mendukung Abah dan menyatakan bahwa pengetahuan dan pengalaman Mak di seni akan menjadi sebuah peluang yang bisa dikembangkan” kata Mak Ida.


Hal ini memang terlihat bagaimana Abah Herry mengembangkan Lingkung Seni Sari Malati bersama Mak Ida. Bahkan saat ini, Lingkung seni ini terus berinovasi dalam memberikan pelatihan seni kepada anak-anak, karang taruna dan bahkan sampai dengan orang tua yang berada di sekitar padepokan. “Mereka berasal dari berbagai daerah dan tidak hanya dari Sunda” kata Abah Herry. “saya juga aktif di yayasan yang bergerak di bidang seni di tingkat Jawa Barat” tambahnya.


Memang Abah Herry terlihat sekali memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman beliau sebagai seorang Planner waktu menjadi seorang karyawan di Lingkung Seni Sari Malati. Konsep manajemen sangat kental sehingga berbagai program seni sudah berhasil dikerjakannya ditingkat Jawa Barat. “Yang paling penting itu perkuat di perencanaan dalam setiap event” kata Abah.


Alhamdulillah, berbagai prestasi mulai dari tingkat kotamadya Cimahi, Kota Bandung, Provinsi, Nasional dan bahkan internasional sudah berhasil di raih oleh Mak Ida dan sanggar Sari Malati. Abah Herry dan Mak Ida menunjukkan penghargaan yang diraih selama ini.


Bagi para karyawan yang berminat untuk menjadi Pensiunpreneur, Abah Herry sudah mengajarkan bagaimana seorang karyawan harus yakin bahwa rejeki itu ada dimana saja, tidak hanya jadi seorang karyawan. selain itu, memang Abah Herry memilih bisnis yang berbeda dengan pengetahuan dan pengalaman kerjanya, akan tetapi, bila ditelisik beliau mengembangkan bisnsi sesuai dengan potensi keluarga, khususnya orang tua yang juga bergerak di seni serta istrinya yang memang seorang pegiat seni Sunda. Yang tidak kalah penting adalah abah Herry memanfaatkan pengetehuan dan pengalaman selama 13 tahun di PT DI dalam mengembangkan bisnis. Masih takut menjadi seorang Pensiunpreneur? Ingat, now or never…..
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: