Sebagai seorang pensiunpreneur yang sudah menetapkan bahwa menjadi seorang pebisnis adalah pilihan hidup memiliki kesamaan yaitu mereka memiliki sebuah impian untuk sukses. Impian yang sejatinya menjadi fondasi untuk menggapai apa yang diinginkan apalagi setelah memutuskan untuk berhenti dari seorang karyawan dengan berbagai fasilitas dan manfaat yang didapatkan dari perusahaan ketika masih berstatus sebagai seorang karyawan.


Demikian juga dengan yang dirasakan oleh Fahmi ketika menjalankan peran sebagai seorang pensiunpreneur yaitu bagaimana impiannya untuk memiliki bisnis yang tersebar di kota-kota besar di seluruh Indonesia. “Saya memiliki impian yang besar yaitu bagaimana memiliki cabang di seluruh Indonesia” kata Fahmi. Inilah yang memperlihatkan bagaimana semangat dari seorang fahmi untuk menjalankan bisnis homade 31.


Impian yang jelas, sangat terasa akan memberikan manfaat bagi perjalanan bisnis yang dipilih oleh setiap entrepreneur. Tidak dapat dipungkiri bahwa impian itu adalah bagian dari visi yang hendak dicapai dan ketika ini sudah dibuat dengan baik, maka itu akan membimbing mereka mencapai apa yang sudah ditetapkan. Apalagi yang paling penting adalah ketika mereka menghadapi berbagai masalah, semuanya akan dihadapi dengan tenah dan bahkan selalu samangat untuk menyelesaikannya.


Rasanya, inspirasi dari Fahmi ini sangat bermanfaat bahwa dengan kejelasan impian yang dibuat, bisa diterjemahkan ke dalam bentuk benefit yang akan didapatkan oleh setiap pensiunpreneur ketika mereka memilih untuk sukses. Untuk itu, diawali dengan penetapan impian yang specific, measurable, attainable, realistic, dan time table.


Konteks ini semakin jelas ketika pensiunpreneur menetapkan impian yang spesifik. Contohnya Fahmi yang menetapkan impian memiliki cabang di kota-kota besar di seluruh Indonesia. Konteks kota besar dan Indonesia itu menggambarkan bagaimana spesifiknya tujuan yang hendak dicapai. Mulailah dari hal kecil ini untuk bisa memperjelas apa yang hendak dicapai oleh setiap pensiunpreneur.


Attainable dalam artian impiannya harus dapat dicapai dengan basis pengetahuan, keterampilan sampai dengan sikap dan pengalaman. Realistic berarti bagaimana pensiunpreneur merasakan mampu untuk mencapainya. Fahmi merasa bahwa dengan pasar yang ada sekarang, bisa menggapai pasar Indonesia. Time table berhubungan dengan bagaimana jadwal yang sudah dibuat sehingga ada batasan waktu yang harus diikuti oleh setiap pensiunpreneur yaitu bagaimana sepuluh tahun yang akan datang impian Fahmi bisa tercapai. 


Lalu, masih takut memilih untuk jadi pensiunpreneur sukses? Waktunya sekarang memutuskan untuk menjadi seorang pensiun preneur sukses. Ingat…….., NOW OR NEVER…..
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: