Beberapa hari ini, masyarakat Indonesia sangat disibukkan dengan pernyataan dari para elit negara ini tentang makar yang diperkirakan akan terjadi ketika muslim Indonesia akan melakukan aksi damai pada hari Jumat, tanggal 2 Desember 2016 di Jakarta untuk menuntut keadilan terhadap Basuki Cahaya Purnama alias Ahok yang diduga sudah menistakan agama islam. Pernyataan Kapolri tentang adanya rencana makar dalam kegiatan tersebut tentu membuat banyak pihak bertanya-tanya, siapa yang akan melakukan makar. Lalu, Menteri Pertahanan menyatakan belum ada informasi tentang makar dari intelijen. Tentu hal ini membuat masyarakat semakin bertanya-tanya bahwa apa dasar Kapolri yang menyatakan akan terjadi makar dan siapa yang akan melakukan makar. 



Sebagai seorang entrepreneur, tentu ada pelajaran yang sangat berharga dari kejadian ini yaitu bagaimana sejatinya seorang pemimpin itu ketika menyampaikan sesuatu ke anggota di perusahaannya harus benar-benar berbasis kepada data dan bukan kepada asumsi-asumsi yang nantinya bisa diperdebatkan oleh banyak orang. Selain itu, akan membuat situasi gaduh sehingga aken memperkeruh suasana yang berdampak kepada kinerja anggota tim. 



Oleh karena itu, seorang entrepreneur harus benar-benar menjadi seorang manajer dalam menjalankan bisnis dimana harus fokus untuk mengelola seluruh sumber daya yang ada di perusahaan yaitu man, money, machine, method, material, minutes, market dan informasi untuk bisa menghasilkan produk secara efektif dan efisien. konteks entrepreneur ketika mereka menjadi seoran owner, tetapi, dalam aktivitas sehari-hari harus menjalankan peran sebagai seorang manajer. 



Lalu, hubunganya dengan kondisi yang terjadi saat ini adalah bagaimana seorang manajer menjalankan peran communication dimana mereka harus menjadi seorang information gathering, sharing informasi sampai dengan spoke person. Konteksnya adalah bagaimana entrepreneur harus benar-benar bisa mengumpulkan informasi yang valid dan reliable untuk bisa menjadi dasar dalam membuat keputusan bisnis yang akan berdampak kepada bisnis saat ini dan yang akan datang. 



Sejatinya, konsep speak with data adalah bagaimana seorang entrepreneur benar-benar diback up dengan data yang berhubungan dengan apa yang akan disampaikan kepada stakeholders dan juga untuk membuat keputusan bisnis. disinilah seorang entrepreneur harus memiliki business intelligence skill dimana setiap entrepreneur memiliki pengetahuan dan keterampilan serta sikap yang benar untuk mengumpulkan data yang kemudian dirubah menjadi informasi yang relevan dengan bisnis masing-masing. inilah pelajaran yang berharga dari fakta bahwa Kapolri menyatakan akan ada makar nanti… bagaimana dengan anda? Hmmm.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: