KPK berkolaborasi dengan komunitas seni budaya Jendela Ide kemarin kembali mengadakan Workshop Bunyi di SD Babakan Surabaya IV, Kiaracondong, Bandung, Selasa (13/12/2016).


Workshop ini merupakan sebuah rangkaian kegiatan Teater Musikal Raksasa dalam festival hari anti korupsi pada 22-23 Desember 2016 mendatang di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.


Workshop ini rencananya akan dilaksanakan di 20 sekolah dasar dan menengah pertama di Kota Bandung maupun Jakarta yang bertujuan untuk menanamkan 10 nilai integritas kepada anak-anak sebagai landasan sikap antikorupsi.


Melalui alat musik yang dimainkan selama workshop, para siswa dapat mengenal bunyi asli sebuah alat musik yang belum pernah mereka dengar dan dari bunyi asli itulah mereka dapat memahami nilai kejujuran yang ada dalam sepuluh nilai integritas.


Bunyi yang diciptakan oleh anak-anak dalam workshop ini  selanjutnya akan digunakan sebagai materi untuk Pertunjukan Teater Musikal Raksasa. “Workshop Bunyi adalah workshop yang diadakan untuk mengajak anak-anak berkontribusi dalam memberikan suara atau bunyi yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan teater musikal pada bulan Desember 2016, nanti,” ungkap Koordinator Workshop Bunyi, Djaelani.


Sejauh ini workshop sudah dilaksanakan yaitu SD Santa Melania, SDN Sukaluyu, SMPN 15, SMPN 5, SDN Andir Kidul, SMPN 4, SDN Gegerkalong Girang, SDN Cirateun Kulon, SOS Kinder Village Jakarta, dan SMPN 45. Pada tanggal 30 November hingga 1 Desember 2016, Jendela Ide akan mengadakan Workshop Bunyi di SMPN 14 dan SMPN 7 Bandung, serta SOS Kinder Lembang.


Sementara penyelenggaraan workshop di sekolah-sekolah lainnya akan dirampungkn dalam minggu ini. “Workshop bunyi targetnya 20 Sd dan SMP minggu ini terpenuhi,” ujar Lia Endiani, koordinator tim media, Selasa (13/12/2016).


Workshop ini diharapkan menjadi wadah untuk anak-anak dalam rangka memahami , menghayati juga bisa mengaplikasikan sepuluh nilai integritas sejak kecil.  Karena korupsi tak hanya masalah terkait hukum saja, tapi sudah mengakar dalam kehidupan kita yang luput dari perhatian hukum.
Share To:

meriza hendri

Post A Comment: